28 Apr 2007 12:29:01 WIB
JAKARTA : Permintaan berbagai kalangan agar Presiden Bambang Yudhoyono (SBY) me-reshuffle Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Yusril Ihza Mahendra dan Menteri Hukum dan HAM (MenkumHAM) Hamid Awaludin tampaknya sulit terwujud. Saat ini, SBY dalam posisi terjepit antara balas budi atau me-reshuffle Yusril dan Hamid.
"Karena banyak utang budi pada Yusri dan Hamid, SBY sulit untuk menyingkirkan mereka dari Kabinet Indonesia Bersatu (KIB)," kata Pengamat Politik UI, Arbi Sanit kepada okezone di Jakarta, Sabtu (28/04/2007).
Menurut Arbi, Yusri dan Hamid merupakan pendukung SBY dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) untuk menempati kursi kepresidenan. Dengan kata lain, Hamid adalah salah satu tim sukses SBY-JK.
"Yusril dan Hamid adalah modal pokok SBY-JK untuk menjadi presiden. Karena itu, SBY-JK lebih kususnya SBY banyak utang budi kepada Yusril dan Hamid," jelas Arbi.
Dia juga mengatakan bahwa SBY tidak mungkin me-reshuffle kabinetnya untuk saat ini. Reshuffle hanya akan dilakukan terhadap para menterinya menteri sedang sakit.
Arbi memastikan bahwa SBY tidak akan mampu merubah kondisi Indonesia kecuali mampu merubah sistem koordinasi. Sejauh ini, berbagai kalangan menilai SBY terlalu lemah dan tidak tegas.
"SBY tidak mampu merubah sistem kabinetnya dan belum tentu juga rencana SBY me-reshuffle menterinya menentukan keberhasilan program pemerintah," pungkas Arbi. (Okezone)
SBY Terjepit, Yusril & Hamid Aman
Oleh :
JAKARTA : Permintaan berbagai kalangan agar Presiden Bambang Yudhoyono (SBY) me-reshuffle Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Yusril Ihza Mahendra dan Menteri Hukum dan HAM (MenkumHAM) Hamid Awaludin tampaknya sulit terwujud. Saat ini, SBY dalam posisi terjepit antara balas budi atau me-reshuffle Yusril dan Hamid.
"Karena banyak utang budi pada Yusri dan Hamid, SBY sulit untuk menyingkirkan mereka dari Kabinet Indonesia Bersatu (KIB)," kata Pengamat Politik UI, Arbi Sanit kepada okezone di Jakarta, Sabtu (28/04/2007).
Menurut Arbi, Yusri dan Hamid merupakan pendukung SBY dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) untuk menempati kursi kepresidenan. Dengan kata lain, Hamid adalah salah satu tim sukses SBY-JK.
"Yusril dan Hamid adalah modal pokok SBY-JK untuk menjadi presiden. Karena itu, SBY-JK lebih kususnya SBY banyak utang budi kepada Yusril dan Hamid," jelas Arbi.
Dia juga mengatakan bahwa SBY tidak mungkin me-reshuffle kabinetnya untuk saat ini. Reshuffle hanya akan dilakukan terhadap para menterinya menteri sedang sakit.
Arbi memastikan bahwa SBY tidak akan mampu merubah kondisi Indonesia kecuali mampu merubah sistem koordinasi. Sejauh ini, berbagai kalangan menilai SBY terlalu lemah dan tidak tegas.
"SBY tidak mampu merubah sistem kabinetnya dan belum tentu juga rencana SBY me-reshuffle menterinya menentukan keberhasilan program pemerintah," pungkas Arbi. (Okezone)
Artikel lainnya
- Din Syamsuddin Cium Jenazah Istri untuk Terakhir Kali
- Yusril Emoh Lapor Satgas Soal Kasus Sisminbakum
- Ngabalin: Sama Denny Jangan Guru Besar, Tapi Sorban Besar Saja
- Denny Bantah Tolak Debat dengan Ngabalin
- Nasrudin Zulkarnaen, Pelobi Tingkat Tinggi yang Tewas Penuh Kontroversi
- Massa Serahkan Tuntutan ke Sekwilpres
- Ribuan orang dari Gerakan Indonesia Bersih (GIB) terlibat aksi
- GIB Serukan Mosi Tak Percaya Pada SBY
- Ali Mochtar Ngabalin : BKPRMI Bukan Gerakan Terorisme
- Kelakuan Penyelenggara Negara Khianati Pancasila
- Federasi Timur Raya Dideklarasikan
- Ngabalin Kerahkan Pemuda Masjid
- Program 100 Hari SBY Dipertaruhkan Century
- Ngabalin: 3 Nama Berinisial S-B-Y Harus Bertanggungjawab
- Ngabalin: Ruhut Jangan Asal Tuduh


