02 May 2007 14:45:36 WIB
JAKARTA : Delegasi Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia berhasil meloloskan poin penarikan mundur pasukan Amerika Serikat dan sekutunya dari Irak dalam draf resolusi yang dibahas tim Komisi Drafting Resolusi Inter-Parliamentary Union (IPU).
Demikian diungkapkan oleh Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR Abdillah Toha yang menjadi anggota delegasi parlemen Indonesia dalam memperjuangkan usulan penarikan pasukan Amerika dan sekutunya dari Irak dalam sidang ke-116 IPU di Nusa Dua, Bali, Kamis (3/5).
Abdillah memaparkan, dalam Komisi Drafting terdapat 10 negara yaitu Indonesia, Swiss, Finlandia, Kanada, Iran, India, Pakistan, Aljazair, dan Venezuela.
"Sebanyak tujuh negara mendukung usulan Indonesia yang menginginkan dikeluarkannya pasukan Amerika dan sekutunya dari Irak. Yang menolak hanyalah Swiss, Finlandia, dan Kanada," kata Abdillah.
Menurut Abdillah, saat ini draf resolusi terus dibahas kata per kata untuk meningkatkan jumlah dukungan anggota parlemen yang hadir dalam IPU ke-116. Kata-kata yang masih menjadi perdebatan adalah penyebutan terhadap pasukan Amerika Serikat dan sekutunya di Irak.
"Kita masih pikirkan pasukan Amerika dan sekutunya di Irak itu disebut pasukan pendudukan, pasukan asing, atau pasukan multinasional terbatas," ungkap Abdillah.
Wakil Ketua Fraksi PDS DPR Jeffrey J Massie, yang menjadi anggota delegasi IPU, menyatakan putusan delegasi Indonesia di IPU ke-116 untuk memperjuangkan penarikan pasukan Amerika Serikat dan sekutunya dari Irak itu sudah menjadi kesepahaman bersama fraksi-fraksi di DPR.
"Justru kita dukung hingga gol. Ini adalah kemanusiaan yang harus diperjuangkan di manapun kita berada," tegas Jeffrey.
Delegasi Indonesia yang lain, Ali Mochtar Ngabalin (FBPD), menyatakan dari 1.3551 anggota parlemen yang hadir hingga saat ini sudah lebih dari 50% yang mendukung adanya resolusi IPU bagi penarikan pasukan AS di Irak.
"Kita akan perjuangkan, bahkan hingga voting kalau perlu," cetus Ali. (Miol)
RI Berhasil Loloskan Poin Penarikan Pasukan AS dari Irak
Oleh :
JAKARTA : Delegasi Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia berhasil meloloskan poin penarikan mundur pasukan Amerika Serikat dan sekutunya dari Irak dalam draf resolusi yang dibahas tim Komisi Drafting Resolusi Inter-Parliamentary Union (IPU).
Demikian diungkapkan oleh Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR Abdillah Toha yang menjadi anggota delegasi parlemen Indonesia dalam memperjuangkan usulan penarikan pasukan Amerika dan sekutunya dari Irak dalam sidang ke-116 IPU di Nusa Dua, Bali, Kamis (3/5).
Abdillah memaparkan, dalam Komisi Drafting terdapat 10 negara yaitu Indonesia, Swiss, Finlandia, Kanada, Iran, India, Pakistan, Aljazair, dan Venezuela.
"Sebanyak tujuh negara mendukung usulan Indonesia yang menginginkan dikeluarkannya pasukan Amerika dan sekutunya dari Irak. Yang menolak hanyalah Swiss, Finlandia, dan Kanada," kata Abdillah.
Menurut Abdillah, saat ini draf resolusi terus dibahas kata per kata untuk meningkatkan jumlah dukungan anggota parlemen yang hadir dalam IPU ke-116. Kata-kata yang masih menjadi perdebatan adalah penyebutan terhadap pasukan Amerika Serikat dan sekutunya di Irak.
"Kita masih pikirkan pasukan Amerika dan sekutunya di Irak itu disebut pasukan pendudukan, pasukan asing, atau pasukan multinasional terbatas," ungkap Abdillah.
Wakil Ketua Fraksi PDS DPR Jeffrey J Massie, yang menjadi anggota delegasi IPU, menyatakan putusan delegasi Indonesia di IPU ke-116 untuk memperjuangkan penarikan pasukan Amerika Serikat dan sekutunya dari Irak itu sudah menjadi kesepahaman bersama fraksi-fraksi di DPR.
"Justru kita dukung hingga gol. Ini adalah kemanusiaan yang harus diperjuangkan di manapun kita berada," tegas Jeffrey.
Delegasi Indonesia yang lain, Ali Mochtar Ngabalin (FBPD), menyatakan dari 1.3551 anggota parlemen yang hadir hingga saat ini sudah lebih dari 50% yang mendukung adanya resolusi IPU bagi penarikan pasukan AS di Irak.
"Kita akan perjuangkan, bahkan hingga voting kalau perlu," cetus Ali. (Miol)
Artikel lainnya
- Din Syamsuddin Cium Jenazah Istri untuk Terakhir Kali
- Yusril Emoh Lapor Satgas Soal Kasus Sisminbakum
- Ngabalin: Sama Denny Jangan Guru Besar, Tapi Sorban Besar Saja
- Denny Bantah Tolak Debat dengan Ngabalin
- Nasrudin Zulkarnaen, Pelobi Tingkat Tinggi yang Tewas Penuh Kontroversi
- Massa Serahkan Tuntutan ke Sekwilpres
- Ribuan orang dari Gerakan Indonesia Bersih (GIB) terlibat aksi
- GIB Serukan Mosi Tak Percaya Pada SBY
- Ali Mochtar Ngabalin : BKPRMI Bukan Gerakan Terorisme
- Kelakuan Penyelenggara Negara Khianati Pancasila
- Federasi Timur Raya Dideklarasikan
- Ngabalin Kerahkan Pemuda Masjid
- Program 100 Hari SBY Dipertaruhkan Century
- Ngabalin: 3 Nama Berinisial S-B-Y Harus Bertanggungjawab
- Ngabalin: Ruhut Jangan Asal Tuduh


