08 May 2007 10:25:10 WIB
JAKARTA : Dicopotnya dua Hamid Awaludin dan Yusril Izha Mahendra oleh Presiden SBY di satu sisi dinilai positif karena menjawab desakan opini publik yang menghendaki digantinya kedua menteri tersebut.
Namun di sisi bidang ekonomi, ada menteri yang sebetulnya lebih didesak untuk diganti namun akhirnya tidak tersentuh hingga reshuffle diumumkan kemarin. Misalnya saja Menko Kesra Aburizal Bakrie yang terkait kasus, misalnya kasus Lapindo Brantas, masih tetap meduduki jabatannya.
"Reshuffle jelas merupakan jawaban dari desakan publik terhadap Presiden SBY untuk mengganti menteri yang terkait kasus korupsi. Tapi masih ada menteri yang sebetulnya didesak untuk diganti namun akhirnya tidak diganti. Misalnya Aburizal Bakrie yang terkait kasus Lapindo. Di sisi ini presiden sepertinya tidak menggubris opini publik," kata pakar tata negara Universitas Andalas, Saldi Isra kepada okezone, Selasa (8/5/2007).
Dalam perombakan kabinet yang diumumkan kemarin, Yusril dan Hamid termasuk gerbong yang didepak. Kuat dugaan keduanya dicopot lantaran terlibat seputar kasus transfer uang dari BNP Paribas.
Wasekjen DPP PBB Jurhum Lantong kepada okezone membeberkan surat SBY kepada Yusril. Dalam surat itu tertulis bahwa Presiden memperhatikan desakan, opini, maupun masukan mengenai Yusril yang diduga terlibat dalam beberapa kasus. (Okezone)
Yusril & Hamid Dicopot, Ical Kok Nggak?
Oleh :
JAKARTA : Dicopotnya dua Hamid Awaludin dan Yusril Izha Mahendra oleh Presiden SBY di satu sisi dinilai positif karena menjawab desakan opini publik yang menghendaki digantinya kedua menteri tersebut.
Namun di sisi bidang ekonomi, ada menteri yang sebetulnya lebih didesak untuk diganti namun akhirnya tidak tersentuh hingga reshuffle diumumkan kemarin. Misalnya saja Menko Kesra Aburizal Bakrie yang terkait kasus, misalnya kasus Lapindo Brantas, masih tetap meduduki jabatannya.
"Reshuffle jelas merupakan jawaban dari desakan publik terhadap Presiden SBY untuk mengganti menteri yang terkait kasus korupsi. Tapi masih ada menteri yang sebetulnya didesak untuk diganti namun akhirnya tidak diganti. Misalnya Aburizal Bakrie yang terkait kasus Lapindo. Di sisi ini presiden sepertinya tidak menggubris opini publik," kata pakar tata negara Universitas Andalas, Saldi Isra kepada okezone, Selasa (8/5/2007).
Dalam perombakan kabinet yang diumumkan kemarin, Yusril dan Hamid termasuk gerbong yang didepak. Kuat dugaan keduanya dicopot lantaran terlibat seputar kasus transfer uang dari BNP Paribas.
Wasekjen DPP PBB Jurhum Lantong kepada okezone membeberkan surat SBY kepada Yusril. Dalam surat itu tertulis bahwa Presiden memperhatikan desakan, opini, maupun masukan mengenai Yusril yang diduga terlibat dalam beberapa kasus. (Okezone)
Artikel lainnya
- Din Syamsuddin Cium Jenazah Istri untuk Terakhir Kali
- Yusril Emoh Lapor Satgas Soal Kasus Sisminbakum
- Ngabalin: Sama Denny Jangan Guru Besar, Tapi Sorban Besar Saja
- Denny Bantah Tolak Debat dengan Ngabalin
- Nasrudin Zulkarnaen, Pelobi Tingkat Tinggi yang Tewas Penuh Kontroversi
- Massa Serahkan Tuntutan ke Sekwilpres
- Ribuan orang dari Gerakan Indonesia Bersih (GIB) terlibat aksi
- GIB Serukan Mosi Tak Percaya Pada SBY
- Ali Mochtar Ngabalin : BKPRMI Bukan Gerakan Terorisme
- Kelakuan Penyelenggara Negara Khianati Pancasila
- Federasi Timur Raya Dideklarasikan
- Ngabalin Kerahkan Pemuda Masjid
- Program 100 Hari SBY Dipertaruhkan Century
- Ngabalin: 3 Nama Berinisial S-B-Y Harus Bertanggungjawab
- Ngabalin: Ruhut Jangan Asal Tuduh


