08 May 2007 14:57:42 WIB
JAKARTA: Wakil Presiden Jusuf Kalla menolak memakai firma lobi untuk berhubungan dengan pemerintah dan kongres AS. Alasannya, karena pemerintah RI masih bisa mengoptimalkan diplomasi pemerintah.
"Wapres juga mempertimbangkan faktor anggaran," kata Chairman The Global Nexus, Christianto Wibisono usai menghadap Wapres, di Kantor Wapres, Jakarta, Selasa (8/5/2007).
Ekonom senior ini menghadap Wapres untuk menawarkan pemakaian jasa firma lobi dalam berhubungan dengan pemerintah dan kongres AS. Dia menilai, sejauh ini lobi RI ke AS kurang optimal karena belum memanfaatkan firma lobi.
Menurut Christianto, saat ini beberapa negara memanfaatkan jasa firma lobi. Misalnya Arab Saudi, Vietnam dan negara-negara lain.
Dia menjelaskan, firma lobi di AS adalah perusahaan yang legal. Untuk menjadi firma lobi, harus mendaftar ke kongres. "Sekarang ini jumlahnya ratusan. Lawyernya saja 20.000-an," katanya.
Beberapa firma lobi di AS yang besar antara lain Akin Gump, Coheen Group, dan Patton Box. Hubungan dengan firma lobi ini bisa kasus per kasus, juga bisa bersifat kontrak dalam jangka waktu tertentu. "Misalnya, Arab Saudi itu kontrak dalam jangka waktu tertentu. Biayanya bisa jutaan dolar," kata Christianto. (Okezone)
Hubungan AS, Wapres Tolak Pakai Firma Lobi
Oleh :
JAKARTA: Wakil Presiden Jusuf Kalla menolak memakai firma lobi untuk berhubungan dengan pemerintah dan kongres AS. Alasannya, karena pemerintah RI masih bisa mengoptimalkan diplomasi pemerintah.
"Wapres juga mempertimbangkan faktor anggaran," kata Chairman The Global Nexus, Christianto Wibisono usai menghadap Wapres, di Kantor Wapres, Jakarta, Selasa (8/5/2007).
Ekonom senior ini menghadap Wapres untuk menawarkan pemakaian jasa firma lobi dalam berhubungan dengan pemerintah dan kongres AS. Dia menilai, sejauh ini lobi RI ke AS kurang optimal karena belum memanfaatkan firma lobi.
Menurut Christianto, saat ini beberapa negara memanfaatkan jasa firma lobi. Misalnya Arab Saudi, Vietnam dan negara-negara lain.
Dia menjelaskan, firma lobi di AS adalah perusahaan yang legal. Untuk menjadi firma lobi, harus mendaftar ke kongres. "Sekarang ini jumlahnya ratusan. Lawyernya saja 20.000-an," katanya.
Beberapa firma lobi di AS yang besar antara lain Akin Gump, Coheen Group, dan Patton Box. Hubungan dengan firma lobi ini bisa kasus per kasus, juga bisa bersifat kontrak dalam jangka waktu tertentu. "Misalnya, Arab Saudi itu kontrak dalam jangka waktu tertentu. Biayanya bisa jutaan dolar," kata Christianto. (Okezone)
Artikel lainnya
- Din Syamsuddin Cium Jenazah Istri untuk Terakhir Kali
- Yusril Emoh Lapor Satgas Soal Kasus Sisminbakum
- Ngabalin: Sama Denny Jangan Guru Besar, Tapi Sorban Besar Saja
- Denny Bantah Tolak Debat dengan Ngabalin
- Nasrudin Zulkarnaen, Pelobi Tingkat Tinggi yang Tewas Penuh Kontroversi
- Massa Serahkan Tuntutan ke Sekwilpres
- Ribuan orang dari Gerakan Indonesia Bersih (GIB) terlibat aksi
- GIB Serukan Mosi Tak Percaya Pada SBY
- Ali Mochtar Ngabalin : BKPRMI Bukan Gerakan Terorisme
- Kelakuan Penyelenggara Negara Khianati Pancasila
- Federasi Timur Raya Dideklarasikan
- Ngabalin Kerahkan Pemuda Masjid
- Program 100 Hari SBY Dipertaruhkan Century
- Ngabalin: 3 Nama Berinisial S-B-Y Harus Bertanggungjawab
- Ngabalin: Ruhut Jangan Asal Tuduh


