16 May 2007 10:34:08 WIB
Jakarta : Proses pemilihan presiden di Timor Leste yang menampilkan Ramos Horta sebagai pemenang patut disambut hangat, tetapi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diharapkan jangan terlalu antusias bereaksi.
"Presiden Yudhoyono sebaiknya 'wait and see' (tunggu dan lihat) dulu terhadap perkembangan di Timor Leste. Kita perlu tetap menjaga jarak sebelum jelas policy luar negerinya terhadap Indonesia," tegas anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Golkar (FPG), Yuddy Chrisnandi, di Jakarta, Selasa.
Bagi aktivis muda Partai Golkar ini, kemenangan Ramos Horta dalam suatu proses pemilihan yang dibuat kesannya begitu demokratis ke dunia luar, patut disambut positif.
"Ya, kita tentu menyambut gembira siapa pun yang terpilih secara demokratis di sana, apalagi Pemilu berlangsung dengan tertib," ujarnya.
Tetapi, Yuddy Chrisnandi tetap meminta pemerintah perlu menjaga jarak, karena ada pengalaman buruk di masa lalu, termasuk pencitraan buruk yang dibuat kalangan internasional terhadap Indonesia dalam hubungannya dengan Timor Timur.
"Sekali lagi, Presiden RI sebaiknya 'wait and see' dulu," katanya lagi.
Pemerintah melalui Departemen Luar Negeri (Deplu) juga diminta Yuddy Chrisnandi agar berhati-hati menyimak kebijakan pemerintahan Ramos Horta ke depan, dalam hubungannya dengan Indonesia.
Sebelumnya, ada pernyataan resmi dari Deplu yang bernada begitu antusias, dengan menyatakan Indonesia segera menyampaikan selamat atas terpilihnya Ramos Horta dan menentukan utusan khusus menghadiri pelantikannya.
Indonesia disebutkan pula sebagai negara pertama yang bakal dikunjungi Ramos Horta setelah pelantikannya itu.(Antara)
DPR: Presiden Jangan Cepat Bereaksi atas Terpilihnya Ramos Horta
Oleh :
Jakarta : Proses pemilihan presiden di Timor Leste yang menampilkan Ramos Horta sebagai pemenang patut disambut hangat, tetapi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diharapkan jangan terlalu antusias bereaksi.
"Presiden Yudhoyono sebaiknya 'wait and see' (tunggu dan lihat) dulu terhadap perkembangan di Timor Leste. Kita perlu tetap menjaga jarak sebelum jelas policy luar negerinya terhadap Indonesia," tegas anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Golkar (FPG), Yuddy Chrisnandi, di Jakarta, Selasa.
Bagi aktivis muda Partai Golkar ini, kemenangan Ramos Horta dalam suatu proses pemilihan yang dibuat kesannya begitu demokratis ke dunia luar, patut disambut positif.
"Ya, kita tentu menyambut gembira siapa pun yang terpilih secara demokratis di sana, apalagi Pemilu berlangsung dengan tertib," ujarnya.
Tetapi, Yuddy Chrisnandi tetap meminta pemerintah perlu menjaga jarak, karena ada pengalaman buruk di masa lalu, termasuk pencitraan buruk yang dibuat kalangan internasional terhadap Indonesia dalam hubungannya dengan Timor Timur.
"Sekali lagi, Presiden RI sebaiknya 'wait and see' dulu," katanya lagi.
Pemerintah melalui Departemen Luar Negeri (Deplu) juga diminta Yuddy Chrisnandi agar berhati-hati menyimak kebijakan pemerintahan Ramos Horta ke depan, dalam hubungannya dengan Indonesia.
Sebelumnya, ada pernyataan resmi dari Deplu yang bernada begitu antusias, dengan menyatakan Indonesia segera menyampaikan selamat atas terpilihnya Ramos Horta dan menentukan utusan khusus menghadiri pelantikannya.
Indonesia disebutkan pula sebagai negara pertama yang bakal dikunjungi Ramos Horta setelah pelantikannya itu.(Antara)
Artikel lainnya
- Din Syamsuddin Cium Jenazah Istri untuk Terakhir Kali
- Yusril Emoh Lapor Satgas Soal Kasus Sisminbakum
- Ngabalin: Sama Denny Jangan Guru Besar, Tapi Sorban Besar Saja
- Denny Bantah Tolak Debat dengan Ngabalin
- Nasrudin Zulkarnaen, Pelobi Tingkat Tinggi yang Tewas Penuh Kontroversi
- Massa Serahkan Tuntutan ke Sekwilpres
- Ribuan orang dari Gerakan Indonesia Bersih (GIB) terlibat aksi
- GIB Serukan Mosi Tak Percaya Pada SBY
- Ali Mochtar Ngabalin : BKPRMI Bukan Gerakan Terorisme
- Kelakuan Penyelenggara Negara Khianati Pancasila
- Federasi Timur Raya Dideklarasikan
- Ngabalin Kerahkan Pemuda Masjid
- Program 100 Hari SBY Dipertaruhkan Century
- Ngabalin: 3 Nama Berinisial S-B-Y Harus Bertanggungjawab
- Ngabalin: Ruhut Jangan Asal Tuduh


