10 Apr 2008 11:35:58 WIB
JAKARTA :Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingatkan agar mediator pengusaha dan buruh tidak beralih fungsi menjadi provokator yang memunculkan konflik antara pengusaha dan buruh.
Untuk itu, dalam pelaksanaannya mediator hubungan industrial bisa menjalankan perannya dengan netral dan obyektif. �
"Anda ditunjuk untuk menjadi orang tengah agar tidak terjadi perceraian antara pengusaha dan buruh. Syaratnya harus mengetahui peraturan apakah itu perpres, kepmen dan lainnya. Tahu kondisi lokal, psikologi masyarakat dan kepentingan bersama. Itu beda mediator dan promotor. Kalau promotor atur orang berkelahi. Tapi masih lumayan dari provokator," ujar Wapres saat membuka Forum Konsolidasi Nasional Mediator Hubungan Industrial, di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (10/4/2008).
Wapres juga menegaskan, ukuran keberhasilan mediator hubungan industrial dilihat dari jumlah konflik antara pengusaha dan buruh yang terjadi di masing-masing daerah. Semakin banyak konflik yang terjadi, berarti pemerintah sebagai mediator di daerah tersebut telah gagal.
"Kalau banyak konflik berarti anda gagal termasuk kepala dinasnya," imbuh Kalla disambut anggukan kepala dari sebagian peserta yang hadir. (okzone)
JK: Mediator Pengusaha & Buruh Jangan Jadi Provokator
Oleh :
JAKARTA :Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingatkan agar mediator pengusaha dan buruh tidak beralih fungsi menjadi provokator yang memunculkan konflik antara pengusaha dan buruh.
Untuk itu, dalam pelaksanaannya mediator hubungan industrial bisa menjalankan perannya dengan netral dan obyektif. �
"Anda ditunjuk untuk menjadi orang tengah agar tidak terjadi perceraian antara pengusaha dan buruh. Syaratnya harus mengetahui peraturan apakah itu perpres, kepmen dan lainnya. Tahu kondisi lokal, psikologi masyarakat dan kepentingan bersama. Itu beda mediator dan promotor. Kalau promotor atur orang berkelahi. Tapi masih lumayan dari provokator," ujar Wapres saat membuka Forum Konsolidasi Nasional Mediator Hubungan Industrial, di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (10/4/2008).
Wapres juga menegaskan, ukuran keberhasilan mediator hubungan industrial dilihat dari jumlah konflik antara pengusaha dan buruh yang terjadi di masing-masing daerah. Semakin banyak konflik yang terjadi, berarti pemerintah sebagai mediator di daerah tersebut telah gagal.
"Kalau banyak konflik berarti anda gagal termasuk kepala dinasnya," imbuh Kalla disambut anggukan kepala dari sebagian peserta yang hadir. (okzone)
Artikel lainnya
- Din Syamsuddin Cium Jenazah Istri untuk Terakhir Kali
- Yusril Emoh Lapor Satgas Soal Kasus Sisminbakum
- Ngabalin: Sama Denny Jangan Guru Besar, Tapi Sorban Besar Saja
- Denny Bantah Tolak Debat dengan Ngabalin
- Nasrudin Zulkarnaen, Pelobi Tingkat Tinggi yang Tewas Penuh Kontroversi
- Massa Serahkan Tuntutan ke Sekwilpres
- Ribuan orang dari Gerakan Indonesia Bersih (GIB) terlibat aksi
- GIB Serukan Mosi Tak Percaya Pada SBY
- Ali Mochtar Ngabalin : BKPRMI Bukan Gerakan Terorisme
- Kelakuan Penyelenggara Negara Khianati Pancasila
- Federasi Timur Raya Dideklarasikan
- Ngabalin Kerahkan Pemuda Masjid
- Program 100 Hari SBY Dipertaruhkan Century
- Ngabalin: 3 Nama Berinisial S-B-Y Harus Bertanggungjawab
- Ngabalin: Ruhut Jangan Asal Tuduh


