19 Apr 2008 16:09:57 WIB
JAKARTA : Pemerintah diminta untuk bisa bekerja keras terlebih dahulu membenahi keuangan negara, sebelum memutuskan untuk menaikan harga BBM.
"Menaikan harga BBM itu sangat mudah, siapa saja bisa. Namun, yang sulit adalah bekerja keras mengendalikan keuangan negara," ujar ekonom Institut Pertanian Bogor (IPB) Imam Sugema, saat berdialog dengan okezone, di Jakarta, Sabtu (19/4/2008).
Menurutnya, dari sisi anggaran banyak hal yang perlu di benahi oleh tim keuangan SBY-JK. Pertama, masih banyak mafia minyak mentah yang mendulang margin USD5 barel per USD. "Ini memberatkan. Ini harus dibabat habis," tegasnya.
Selain itu, Imam juga menyoroti merosotnya lifting minyak yang tidak diikuti dengan penurunan biaya cost recovery. "Gimana bisa produksi menurun biaya naik?" tanyanya.
Kalau hal di atas tersebut bisa dibenahkan, lanjut Imam, maka harga BBM yang akan berdampak luas ini akan bisa dikendalikan. Kendati, opsi kenaikan harga BBM adalah buntut masalah dari naiknya harga minyak mentah di pasar internasional.
Seperti diketahui, harga minyak mentah dunia saat ini kembali memecahkan rekor tertinggi di posisi USD116,69 per barel. Sementara kemampuan APBN-P 2008 untuk membeli minyak, hanya di kisaran USD95-100 per barel. Dalam menyikapi perkembangan eksternal, pemerintah diberi keleluasaan untuk mengambil kebijakan penyelamatan anggaran, termasuk menaikan harga BBM bersubdisi. Namun, pemerintah mengaku tidak akan terburu-buru dalam menentukan hal tersebut. (Okezone)
BBM Jangan Naik, Pemerintah Harus Kerja Keras
Oleh :
JAKARTA : Pemerintah diminta untuk bisa bekerja keras terlebih dahulu membenahi keuangan negara, sebelum memutuskan untuk menaikan harga BBM.
"Menaikan harga BBM itu sangat mudah, siapa saja bisa. Namun, yang sulit adalah bekerja keras mengendalikan keuangan negara," ujar ekonom Institut Pertanian Bogor (IPB) Imam Sugema, saat berdialog dengan okezone, di Jakarta, Sabtu (19/4/2008).
Menurutnya, dari sisi anggaran banyak hal yang perlu di benahi oleh tim keuangan SBY-JK. Pertama, masih banyak mafia minyak mentah yang mendulang margin USD5 barel per USD. "Ini memberatkan. Ini harus dibabat habis," tegasnya.
Selain itu, Imam juga menyoroti merosotnya lifting minyak yang tidak diikuti dengan penurunan biaya cost recovery. "Gimana bisa produksi menurun biaya naik?" tanyanya.
Kalau hal di atas tersebut bisa dibenahkan, lanjut Imam, maka harga BBM yang akan berdampak luas ini akan bisa dikendalikan. Kendati, opsi kenaikan harga BBM adalah buntut masalah dari naiknya harga minyak mentah di pasar internasional.
Seperti diketahui, harga minyak mentah dunia saat ini kembali memecahkan rekor tertinggi di posisi USD116,69 per barel. Sementara kemampuan APBN-P 2008 untuk membeli minyak, hanya di kisaran USD95-100 per barel. Dalam menyikapi perkembangan eksternal, pemerintah diberi keleluasaan untuk mengambil kebijakan penyelamatan anggaran, termasuk menaikan harga BBM bersubdisi. Namun, pemerintah mengaku tidak akan terburu-buru dalam menentukan hal tersebut. (Okezone)
Artikel lainnya
- Din Syamsuddin Cium Jenazah Istri untuk Terakhir Kali
- Yusril Emoh Lapor Satgas Soal Kasus Sisminbakum
- Ngabalin: Sama Denny Jangan Guru Besar, Tapi Sorban Besar Saja
- Denny Bantah Tolak Debat dengan Ngabalin
- Nasrudin Zulkarnaen, Pelobi Tingkat Tinggi yang Tewas Penuh Kontroversi
- Massa Serahkan Tuntutan ke Sekwilpres
- Ribuan orang dari Gerakan Indonesia Bersih (GIB) terlibat aksi
- GIB Serukan Mosi Tak Percaya Pada SBY
- Ali Mochtar Ngabalin : BKPRMI Bukan Gerakan Terorisme
- Kelakuan Penyelenggara Negara Khianati Pancasila
- Federasi Timur Raya Dideklarasikan
- Ngabalin Kerahkan Pemuda Masjid
- Program 100 Hari SBY Dipertaruhkan Century
- Ngabalin: 3 Nama Berinisial S-B-Y Harus Bertanggungjawab
- Ngabalin: Ruhut Jangan Asal Tuduh


