18 Apr 2007 09:57:24 WIB
Palopo : Setelah sejumlah desa di Kabupaten Luwu Utara dan Luwu Timur terendam banjir sejak beberapa waktu lalu, giliran Kota Palopo yang diterjang banjir, Minggu (15/4) malam.
Banjir yang melanda Palopo diakibatkan hujan deras yang mengguyur daerah ini selama kurang lebih dua jam. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa nahas ini, namun sejumlah rumah dan tambak milik warga terendam banjir.
Banjir ini merupakan banjir terbesar dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir. "Selama saya tinggal di sini (Palopo), barusan terjadi banjir seperti ini," kata salah seorang warga Jl Sungai Rongkong, Kota Palopo, kemarin.
Ketinggian air di sebagian daerah yang terletak di Jl Sungai Rongkong mencapai 40 centimeter. Daerah terparah yang terendam banjir yaitu daerah Binturu, Kecamatan Wara Selatan, di mana ketinggian air mencapai satu meter.
Warga terpaksa mengangkat barang mereka ke pinggir jalan karena tingginya genangan air di dalam rumahnya. Di daerah Kecamatan Bara dan Kecamatan Teluwanua, tambak dan padi milik warga yang telah siap panen amblas disapu air.
Sementara di Kelurahan Sabbamparu dan Penggoli, Kecamatan Wara Timur, genangan air mencapai 30 centimeter di dalam rumah warga. Beruntung air Sungai Penggoli yang membela kedua daerah tersebut tidak sempat meluap.
"Seandainya air Sungai Penggoli meluap maka akan banyak rumah yang terendam air. Seandainya masih hujan sekitar satu jam lagi maka air Sungai Penggoli pasti meluap," kata Agus, salah satu warga Jl Sungai Rongkong.
Rumah Jabatan
Selain di daerah pesisir, air juga menggenangi sejumlah rumah di Kelurahan Patene. Taman bagian depan rumah jabatan Wali Kota Palopo bahkan terlihat seperti kolam ikan karena tergenang air.
Namun banjir yang menggenangi sejumlah daerah ini tidak berlangsung lama. Senin (16/4), kemarin, genangan air sudah surut dan warga sudah bisa membersihkan rumahnya masing-masing.
Wali Kota Palopo, PA Tenriadjeng bersama beberapa pejabat, langsung memantau kondisi banjir yang melanda Palopo. Tenriadjeng juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada warga korban banjir. (tribun)
Giliran Palopo Direndam Banjir
Oleh : Rizki
Palopo : Setelah sejumlah desa di Kabupaten Luwu Utara dan Luwu Timur terendam banjir sejak beberapa waktu lalu, giliran Kota Palopo yang diterjang banjir, Minggu (15/4) malam.
Banjir yang melanda Palopo diakibatkan hujan deras yang mengguyur daerah ini selama kurang lebih dua jam. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa nahas ini, namun sejumlah rumah dan tambak milik warga terendam banjir.
Banjir ini merupakan banjir terbesar dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir. "Selama saya tinggal di sini (Palopo), barusan terjadi banjir seperti ini," kata salah seorang warga Jl Sungai Rongkong, Kota Palopo, kemarin.
Ketinggian air di sebagian daerah yang terletak di Jl Sungai Rongkong mencapai 40 centimeter. Daerah terparah yang terendam banjir yaitu daerah Binturu, Kecamatan Wara Selatan, di mana ketinggian air mencapai satu meter.
Warga terpaksa mengangkat barang mereka ke pinggir jalan karena tingginya genangan air di dalam rumahnya. Di daerah Kecamatan Bara dan Kecamatan Teluwanua, tambak dan padi milik warga yang telah siap panen amblas disapu air.
Sementara di Kelurahan Sabbamparu dan Penggoli, Kecamatan Wara Timur, genangan air mencapai 30 centimeter di dalam rumah warga. Beruntung air Sungai Penggoli yang membela kedua daerah tersebut tidak sempat meluap.
"Seandainya air Sungai Penggoli meluap maka akan banyak rumah yang terendam air. Seandainya masih hujan sekitar satu jam lagi maka air Sungai Penggoli pasti meluap," kata Agus, salah satu warga Jl Sungai Rongkong.
Rumah Jabatan
Selain di daerah pesisir, air juga menggenangi sejumlah rumah di Kelurahan Patene. Taman bagian depan rumah jabatan Wali Kota Palopo bahkan terlihat seperti kolam ikan karena tergenang air.
Namun banjir yang menggenangi sejumlah daerah ini tidak berlangsung lama. Senin (16/4), kemarin, genangan air sudah surut dan warga sudah bisa membersihkan rumahnya masing-masing.
Wali Kota Palopo, PA Tenriadjeng bersama beberapa pejabat, langsung memantau kondisi banjir yang melanda Palopo. Tenriadjeng juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada warga korban banjir. (tribun)
Artikel lainnya
- Din Syamsuddin Cium Jenazah Istri untuk Terakhir Kali
- Yusril Emoh Lapor Satgas Soal Kasus Sisminbakum
- Ngabalin: Sama Denny Jangan Guru Besar, Tapi Sorban Besar Saja
- Denny Bantah Tolak Debat dengan Ngabalin
- Nasrudin Zulkarnaen, Pelobi Tingkat Tinggi yang Tewas Penuh Kontroversi
- Massa Serahkan Tuntutan ke Sekwilpres
- Ribuan orang dari Gerakan Indonesia Bersih (GIB) terlibat aksi
- GIB Serukan Mosi Tak Percaya Pada SBY
- Ali Mochtar Ngabalin : BKPRMI Bukan Gerakan Terorisme
- Kelakuan Penyelenggara Negara Khianati Pancasila
- Federasi Timur Raya Dideklarasikan
- Ngabalin Kerahkan Pemuda Masjid
- Program 100 Hari SBY Dipertaruhkan Century
- Ngabalin: 3 Nama Berinisial S-B-Y Harus Bertanggungjawab
- Ngabalin: Ruhut Jangan Asal Tuduh


