18 May 2005 16:54:46 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Komisi Luar Negeri (Komisi I) DPR membentuk tim pembebasan warga Indonesia yang kini disandera di Mindanao, Filipina Selatan. "Dalam tujuh hari ini, akan berangkat. Saat ini sedang disiapkan segala sesuatunya," ujar Ketua Komisi Theo L. Sambuaga kepada Tempo, Senin (16/5).
Tim dipimpin oleh Fanny Habibie dengan anggota Ade Nasution, Yuddi Crisnandy, dan Ali Mochtar Ngabalin. Theo mengatakan, tim akan berusaha membebaskan para sandera dengan melobi parlemen dan pemerintah Filipina. "Pokoknya siapa pun, termasuk tokoh masyarakat di sana. Siapapun yang bisa membantu," ujar Theo.
Theo dan para pemimpin Komisi I di DPR, Senin (16/5) sore, bertemu Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda dan anggota Kelompok Kerja Mindanao. Menteri, kata Theo, sudah menyampaikan langkah yang dilakukan Kelompok Kerja dan Departemen Luar Negeri untuk menangani masalah ini.
Dia mengatakan, Menteri mengakui bahwa kasus ini memang terkesan tertutup. Karena, katanya, sampai saat ini, pemerintah belum tahu pasti kelompok penyandera Ahmad Resmiadi, Layamin Labuso, dan Erikson Hutagaol itu.
Namun, menurut Djoko Susilo, anggota Komisi Luar Negeri, pemerintah masih belum serius menangani masalah ini. Ia merujuk pada kasus Meutya Hafidz dan Budiyanto, dua wartawan Metro TV yang disandera di Irak. Saat itu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sampai harus turun tangan. Yophiandi.
Source : Koran Tempo
DPR Bentuk Tim Pembebasan Sandera di Filipina
Oleh : Tempo
TEMPO Interaktif, Jakarta: Komisi Luar Negeri (Komisi I) DPR membentuk tim pembebasan warga Indonesia yang kini disandera di Mindanao, Filipina Selatan. "Dalam tujuh hari ini, akan berangkat. Saat ini sedang disiapkan segala sesuatunya," ujar Ketua Komisi Theo L. Sambuaga kepada Tempo, Senin (16/5).
Tim dipimpin oleh Fanny Habibie dengan anggota Ade Nasution, Yuddi Crisnandy, dan Ali Mochtar Ngabalin. Theo mengatakan, tim akan berusaha membebaskan para sandera dengan melobi parlemen dan pemerintah Filipina. "Pokoknya siapa pun, termasuk tokoh masyarakat di sana. Siapapun yang bisa membantu," ujar Theo.
Theo dan para pemimpin Komisi I di DPR, Senin (16/5) sore, bertemu Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda dan anggota Kelompok Kerja Mindanao. Menteri, kata Theo, sudah menyampaikan langkah yang dilakukan Kelompok Kerja dan Departemen Luar Negeri untuk menangani masalah ini.
Dia mengatakan, Menteri mengakui bahwa kasus ini memang terkesan tertutup. Karena, katanya, sampai saat ini, pemerintah belum tahu pasti kelompok penyandera Ahmad Resmiadi, Layamin Labuso, dan Erikson Hutagaol itu.
Namun, menurut Djoko Susilo, anggota Komisi Luar Negeri, pemerintah masih belum serius menangani masalah ini. Ia merujuk pada kasus Meutya Hafidz dan Budiyanto, dua wartawan Metro TV yang disandera di Irak. Saat itu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sampai harus turun tangan. Yophiandi.
Source : Koran Tempo
Artikel lainnya
- Din Syamsuddin Cium Jenazah Istri untuk Terakhir Kali
- Yusril Emoh Lapor Satgas Soal Kasus Sisminbakum
- Ngabalin: Sama Denny Jangan Guru Besar, Tapi Sorban Besar Saja
- Denny Bantah Tolak Debat dengan Ngabalin
- Nasrudin Zulkarnaen, Pelobi Tingkat Tinggi yang Tewas Penuh Kontroversi
- Massa Serahkan Tuntutan ke Sekwilpres
- Ribuan orang dari Gerakan Indonesia Bersih (GIB) terlibat aksi
- GIB Serukan Mosi Tak Percaya Pada SBY
- Ali Mochtar Ngabalin : BKPRMI Bukan Gerakan Terorisme
- Kelakuan Penyelenggara Negara Khianati Pancasila
- Federasi Timur Raya Dideklarasikan
- Ngabalin Kerahkan Pemuda Masjid
- Program 100 Hari SBY Dipertaruhkan Century
- Ngabalin: 3 Nama Berinisial S-B-Y Harus Bertanggungjawab
- Ngabalin: Ruhut Jangan Asal Tuduh


