30 Dec 2008 15:04:26 WIB
Deplu RI Didesak Lobi Mesir, AS Minta Gencatan Senajat
GAZA - Jalur Gaza kembali memanas. Berdalih menyerang gerilyawan Hamas, roket yang diluncurkan dari pesawat pembom F-16 milik Israel di atas langit Jalur Gaza, Palestina, Sabtu, 27 Desember kemarin, menewaskan sedikitnya 205 orang.Sebagian besar korban merupakan gerilyawan Hamas. Namun, tak sedikit penduduk sipil ikut menjadi korban keganasan pasukan Israel.
Pejabat Gaza dan juru bicara Hamas menyebutkan, sedikitnya 700 orang terluka akibat serangan ini. Dari kubu Israel, hingga malam tadi Wita, seorang meninggal dunia dan empat lainnya terluka setelah terkena serangan roket balasan dari Hamas.
Serangan kemarin, merupakan yang terbesar dilancarkan Israel di Jalur Gaza dalam satu dekade terakhir, terjadi sehari setelah gencatan senjata antara militer Israel dengan Hamas berakhir.
Pihak Israel mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut dan menyebut akan terus meluncurkan roket dan bom selama itu masih dibutuhkan.
Menteri Pertahanan Israel, Ehud Barak menyebut serangan itu sebagai sesuatu yang tidak mudah dan tak akan berlangsung dalam waktu yang singkat.
"Ada saatnya kami harus diam. Namun, waktu untuk melakukan serangan juga akan tiba. Dan sekarang saatnya kami harus menyerang," ujar Barak kepada BBC seperti dikutip dari kantor berita Reuters.
Dalam jumpa pers, Barak memilih bungkam saat menanggapi adanya kecaman dari masyarakat dunia soal serangan ini. Namun, mengenai adanya sejumlah pejabat politik Hamas yang menjadi target berikutnya, juru bicara militer Israel, Avital Leibovich menyebutkan: "Siapapun anggota Hamas adalah target kami saat ini."
Kemarahan Israel memuncak setelah dalam beberapa hari terakhir, gerilyawan Palestina terus menembakkan roket ke arah pemukiman warga Israel di Jalur Gaza. Dalam pernyataannya, militer Israel menyebut target serangan Hamas adalah pemusatan latihan dan pusat persenjataan mereka.
Juru bicara Hamas, Islam Shahwan, salah satu serangan roket Israel mengenai asrama kepolisian di Gaza, yang sedang menggelar acara penyambutan anggota yang baru saja dilantik. Puluhan mayat dengan seragam hitam tergeletak di depan markas polisi di Kota Gaza.
Menteri Luar Negeri Israel, Tzipi Livni mengakui pihaknya tak punya pilihan lain. "Kami melakukan sesuatu yang dibutuhkan untuk mempertahankan kota kami," ujarnya pada saluran televisi setempat.
Target serangan Israel berada di sepanjang jalan Kota Gaza, yang dipadati perkampungan penduduk termasuk di wilayah utara dan selatan di mana terletak kamp pengungsi Khan Younis dan Rafah.
Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, yang disingkirkan dari Gaza oleh Hamas pada 207 lalu, telah meminta semua pihak untuk menahan diri. Namun, Hamas mengaku tak akan tinggal diam. Mereka siap membalas serangan udara tersebut dengan mengirim roket Qassam ke arah wilayah Israel.
"Hamas akan terus berjuang hingga tetes darah terakhir," ujar juru bicara Hamas, Fawzi Barhoum.
Gencatan Senjata
Serangan Israel yang mengakibatkan ratusan nyawa melayang, langsung mengundang reaksi dari berbagai belahan dunia. Mereka menyerukan kedua pihak kembali ke meja perundingan, menahan diri, dan melakukan gencatan senjata.
Juru bicara Gedung Putih, Gordon Johndroe, menyebutkan pemerintah Amerika Serikat meminta Israel menghindari jatuhnya korban sipil di Gaza. "Serangan roket Hamas ke wilayah Israel juga harus dihentikan agar kekerasan tidak berlanjut," ungkapnya.
Juru bicara menteri luar negeri Inggris mengeluarkan pernyataan: "Segala upaya harus diambil untuk menghindari jatuhnya korban sipil yang lebih besar dalam kejadian ini."
Liga Arab akan segera menggelar pertemuan darurat di Kairo, Mesir, hari ini, untuk membicarakan upaya menghentikan berbagai kekerasan. Pemerintah Mesir juga sudah mengirimkan 20 ambulans bersama tenaga medis ke Rafah untuk memberikan bantuan kemanusiaan bagi para korban.
Kelompok masyarakat di Indonesia menilai serangan mendadak yang dilakukan dua hari setelah peringatan Natal itu dinilai mencederai kemanusiaan. "Serangan hari ini (kemarin, red ) membuktikan bahwa penjajahan Israel terhadap rakyat Palestina sudah terencana dan sistematis,"
ujar Sekretaris Jendral Komite Solidaritas Indonesia Untuk Palestina (Kispa) Ferry Nur dalam jumpa pers di Jakarta kemarin. Kispa adalah organisasi payung bagi organisasi masyarakat Islam yang memberi dukungan terhadap rakyat Palestina. Di antaranya ICMI, KISDI, DDII, Persis, Muhammadiyah, dan Hizbut Tahrir Indonesia.
Menurut Ferry, pemerintahan SBY-JK harus mengutuk keras tindakan itu. "Departemen Luar Negeri RI harus bersikap melalui jalur politik di PBB, OKI dan lembaga internasional lainnya," katanya.
Indonesia dengan penduduk mayoritas beragama Islam sudah selayaknya berada di garis depan membela rakyat Palestina yang sedang menderita karena semua akses menuju Gaza diblokir. Akibatnya, bahan makanan dan kebutuhan pokok lain tak bisa masuk kesana. (ilo/jpnn)
Source : Fajar Online
Roket Israel Tewaskan 205 Orang
Oleh : Fajar Online
Deplu RI Didesak Lobi Mesir, AS Minta Gencatan Senajat
GAZA - Jalur Gaza kembali memanas. Berdalih menyerang gerilyawan Hamas, roket yang diluncurkan dari pesawat pembom F-16 milik Israel di atas langit Jalur Gaza, Palestina, Sabtu, 27 Desember kemarin, menewaskan sedikitnya 205 orang.Sebagian besar korban merupakan gerilyawan Hamas. Namun, tak sedikit penduduk sipil ikut menjadi korban keganasan pasukan Israel.
Pejabat Gaza dan juru bicara Hamas menyebutkan, sedikitnya 700 orang terluka akibat serangan ini. Dari kubu Israel, hingga malam tadi Wita, seorang meninggal dunia dan empat lainnya terluka setelah terkena serangan roket balasan dari Hamas.
Serangan kemarin, merupakan yang terbesar dilancarkan Israel di Jalur Gaza dalam satu dekade terakhir, terjadi sehari setelah gencatan senjata antara militer Israel dengan Hamas berakhir.
Pihak Israel mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut dan menyebut akan terus meluncurkan roket dan bom selama itu masih dibutuhkan.
Menteri Pertahanan Israel, Ehud Barak menyebut serangan itu sebagai sesuatu yang tidak mudah dan tak akan berlangsung dalam waktu yang singkat.
"Ada saatnya kami harus diam. Namun, waktu untuk melakukan serangan juga akan tiba. Dan sekarang saatnya kami harus menyerang," ujar Barak kepada BBC seperti dikutip dari kantor berita Reuters.
Dalam jumpa pers, Barak memilih bungkam saat menanggapi adanya kecaman dari masyarakat dunia soal serangan ini. Namun, mengenai adanya sejumlah pejabat politik Hamas yang menjadi target berikutnya, juru bicara militer Israel, Avital Leibovich menyebutkan: "Siapapun anggota Hamas adalah target kami saat ini."
Kemarahan Israel memuncak setelah dalam beberapa hari terakhir, gerilyawan Palestina terus menembakkan roket ke arah pemukiman warga Israel di Jalur Gaza. Dalam pernyataannya, militer Israel menyebut target serangan Hamas adalah pemusatan latihan dan pusat persenjataan mereka.
Juru bicara Hamas, Islam Shahwan, salah satu serangan roket Israel mengenai asrama kepolisian di Gaza, yang sedang menggelar acara penyambutan anggota yang baru saja dilantik. Puluhan mayat dengan seragam hitam tergeletak di depan markas polisi di Kota Gaza.
Menteri Luar Negeri Israel, Tzipi Livni mengakui pihaknya tak punya pilihan lain. "Kami melakukan sesuatu yang dibutuhkan untuk mempertahankan kota kami," ujarnya pada saluran televisi setempat.
Target serangan Israel berada di sepanjang jalan Kota Gaza, yang dipadati perkampungan penduduk termasuk di wilayah utara dan selatan di mana terletak kamp pengungsi Khan Younis dan Rafah.
Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, yang disingkirkan dari Gaza oleh Hamas pada 207 lalu, telah meminta semua pihak untuk menahan diri. Namun, Hamas mengaku tak akan tinggal diam. Mereka siap membalas serangan udara tersebut dengan mengirim roket Qassam ke arah wilayah Israel.
"Hamas akan terus berjuang hingga tetes darah terakhir," ujar juru bicara Hamas, Fawzi Barhoum.
Gencatan Senjata
Serangan Israel yang mengakibatkan ratusan nyawa melayang, langsung mengundang reaksi dari berbagai belahan dunia. Mereka menyerukan kedua pihak kembali ke meja perundingan, menahan diri, dan melakukan gencatan senjata.
Juru bicara Gedung Putih, Gordon Johndroe, menyebutkan pemerintah Amerika Serikat meminta Israel menghindari jatuhnya korban sipil di Gaza. "Serangan roket Hamas ke wilayah Israel juga harus dihentikan agar kekerasan tidak berlanjut," ungkapnya.
Juru bicara menteri luar negeri Inggris mengeluarkan pernyataan: "Segala upaya harus diambil untuk menghindari jatuhnya korban sipil yang lebih besar dalam kejadian ini."
Liga Arab akan segera menggelar pertemuan darurat di Kairo, Mesir, hari ini, untuk membicarakan upaya menghentikan berbagai kekerasan. Pemerintah Mesir juga sudah mengirimkan 20 ambulans bersama tenaga medis ke Rafah untuk memberikan bantuan kemanusiaan bagi para korban.
Kelompok masyarakat di Indonesia menilai serangan mendadak yang dilakukan dua hari setelah peringatan Natal itu dinilai mencederai kemanusiaan. "Serangan hari ini (kemarin, red ) membuktikan bahwa penjajahan Israel terhadap rakyat Palestina sudah terencana dan sistematis,"
ujar Sekretaris Jendral Komite Solidaritas Indonesia Untuk Palestina (Kispa) Ferry Nur dalam jumpa pers di Jakarta kemarin. Kispa adalah organisasi payung bagi organisasi masyarakat Islam yang memberi dukungan terhadap rakyat Palestina. Di antaranya ICMI, KISDI, DDII, Persis, Muhammadiyah, dan Hizbut Tahrir Indonesia.
Menurut Ferry, pemerintahan SBY-JK harus mengutuk keras tindakan itu. "Departemen Luar Negeri RI harus bersikap melalui jalur politik di PBB, OKI dan lembaga internasional lainnya," katanya.
Indonesia dengan penduduk mayoritas beragama Islam sudah selayaknya berada di garis depan membela rakyat Palestina yang sedang menderita karena semua akses menuju Gaza diblokir. Akibatnya, bahan makanan dan kebutuhan pokok lain tak bisa masuk kesana. (ilo/jpnn)
Source : Fajar Online
Artikel lainnya
- Nasrudin Zulkarnaen, Pelobi Tingkat Tinggi yang Tewas Penuh Kontroversi
- Massa Serahkan Tuntutan ke Sekwilpres
- Ribuan orang dari Gerakan Indonesia Bersih (GIB) terlibat aksi
- GIB Serukan Mosi Tak Percaya Pada SBY
- Ali Mochtar Ngabalin : BKPRMI Bukan Gerakan Terorisme
- Kelakuan Penyelenggara Negara Khianati Pancasila
- Federasi Timur Raya Dideklarasikan
- Ngabalin Kerahkan Pemuda Masjid
- Program 100 Hari SBY Dipertaruhkan Century
- Ngabalin: 3 Nama Berinisial S-B-Y Harus Bertanggungjawab
- Ngabalin: Ruhut Jangan Asal Tuduh
- Hendak Berunjuk Rasa, Adhie Massardi Lapor Polda
- Ngabalin: Stop Sogok Menyogok
- Ngabalin: Jalin Komunikasi dengan Pemerintah
- Ngabalin: Jangan bermain-main dengan Amanah


