20 Mar 2009 09:40:46 WIB

Nasrudin Sempat Meminta Dukungan Anggota Dewan

Oleh : Koran Tempo

Jakarta -- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Ali Muchtar Ngabalin, mengaku sempat bertemu dengan Nasrudin Zulkarnaen, Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, yang Sabtu lalu tewas ditembak orang tak dikenal di Tangerang.

Pertemuan itu menurut Ali terkait dengan persoalan yang terjadi di induk perusahaan PT Rajawali Banjaran, yakni PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). ”Dua bulan yang lalu almarhum sempat menemui saya,” katanya kepada Tempo kemarin.

Ali berkisah, saat itu Nasrudin mengaku akan melakukan sesuatu untuk menyelamatkan kepentingan orang banyak. “Banyak hal yang harus saya selamatkan,” kata Ali mengutip Nasrudin.

Sayang, kala itu Nasrudin enggan menjelaskan secara detail persoalan yang dimaksud. Namun, Ali menduga kasus itu berkaitan dengan kasus impor gula yang tengah diselidiki Komisi Pemberantasan Korupsi. “Teman-teman juga mengira kejadian itu terkait dengan pemeriksaannya sebagai saksi,” kata Ali.

Agar kasus ini terungkap, Ali mendesak kepolisian mengusut hingga tuntas aktor di balik peristiwa tersebut. Pembunuhan Nasrudin, menurut dia, merupakan preseden buruk bagi kelangsungan bisnis di salah satu perusahaan milik negara. “Jangan sampai peristiwa itu terulang kembali,” ujarnya.

Namun, juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Johan Budi, membantah kabar bahwa Nasrudin pernah diperiksa terkait dengan dugaan korupsi impor gula. “Almarhum belum pernah diperiksa,” kata Johan ketika dihubungi kemarin.

Dalam kasus tersebut, kata Johan, KPK baru menetapkan satu orang tersangka yang diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp 4,5 miliar. Ia adalah mantan Direktur Keuangan PT RNI Ranendra Dangin. Meski telah menetapkan satu tersangka, kata Johan, KPK hingga kini belum menyerahkan berkas perkara tersebut ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

Dalam kasus pembunuhan ini, polisi telah memeriksa 12 saksi, di antaranya wanita berinisial TT yang sempat berhubungan telepon dengan korban sebelum peristiwa penembakan terjadi. Polisi juga telah mengantongi ciri-ciri pelaku dan kini tengah mengejar hingga ke Jawa Tengah.

Namun, Kepolisian Daerah Jawa Tengah hingga kemarin belum diajak berkoordinasi untuk mengejar pelaku. “Kami siap jika sewaktu-waktu dibutuhkan,” kata Kepala Direktur Reserse dan Kriminal Polda Jawa Tengah Komisaris Besar Edi Mulyono.
RIKI F | AYUCIPTA | ROFIUDIN

Source : Koran Tempo


Artikel lainnya