12 Apr 2009 05:23:40 WIB
Jakarta - Hasil perhitungan cepat atau quick count berbagai lembaga survei telah beredar. Partai-partai peserta pemilu pun diminta agar lebih ketat mengawasi perhitungan suara dan tidak terlalu percaya hasil quick count.
"Perlu diwaspadai aagar jangan sampai terjadi bahwa real count (penghitungan suara oleh KPU) justru menyesuaikan diri dengan hasil quickcount tersebut," ujar Ketua DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Yusron Ihza Mahendra dalam pesannya kepada detikcom, Minggu (12/4/2009).
Menurut Yusron, agar ini tidak terjadi, semua partai harus mengawal ketat penghitungan suara oleh KPPS. Terutama agar input data ke komputer tidak bias.
"Tidak adanya keterbukaann tentang partai mana yang membayar lembaga survei ini akan membuka peluang pembiasan oleh lembaga tersebut untuk keuntungan partai yang membayarnya," tambahnya.
Yusron menjelaskan parpol harus memastikan total seluruh suara yang masuk ke semua partai harus sama dengan jumlah suara sah yang masuk.
"Jika semua partai melakukan pengawasan melalui saksi-saksi di DPC atau PAC maka hasil real count mungkin akan beda jauh dengan quick count," pungkasnya. ( rdf / rdf )
Source : DetikPemilu
Waspadai Quick Count, Parpol Harus Kawal Ketat Jumlah Suara
Oleh : Detik Pemilu
Jakarta - Hasil perhitungan cepat atau quick count berbagai lembaga survei telah beredar. Partai-partai peserta pemilu pun diminta agar lebih ketat mengawasi perhitungan suara dan tidak terlalu percaya hasil quick count."Perlu diwaspadai aagar jangan sampai terjadi bahwa real count (penghitungan suara oleh KPU) justru menyesuaikan diri dengan hasil quickcount tersebut," ujar Ketua DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Yusron Ihza Mahendra dalam pesannya kepada detikcom, Minggu (12/4/2009).
Menurut Yusron, agar ini tidak terjadi, semua partai harus mengawal ketat penghitungan suara oleh KPPS. Terutama agar input data ke komputer tidak bias.
"Tidak adanya keterbukaann tentang partai mana yang membayar lembaga survei ini akan membuka peluang pembiasan oleh lembaga tersebut untuk keuntungan partai yang membayarnya," tambahnya.
Yusron menjelaskan parpol harus memastikan total seluruh suara yang masuk ke semua partai harus sama dengan jumlah suara sah yang masuk.
"Jika semua partai melakukan pengawasan melalui saksi-saksi di DPC atau PAC maka hasil real count mungkin akan beda jauh dengan quick count," pungkasnya. ( rdf / rdf )
Source : DetikPemilu
Artikel lainnya
- Nasrudin Zulkarnaen, Pelobi Tingkat Tinggi yang Tewas Penuh Kontroversi
- Massa Serahkan Tuntutan ke Sekwilpres
- Ribuan orang dari Gerakan Indonesia Bersih (GIB) terlibat aksi
- GIB Serukan Mosi Tak Percaya Pada SBY
- Ali Mochtar Ngabalin : BKPRMI Bukan Gerakan Terorisme
- Kelakuan Penyelenggara Negara Khianati Pancasila
- Federasi Timur Raya Dideklarasikan
- Ngabalin Kerahkan Pemuda Masjid
- Program 100 Hari SBY Dipertaruhkan Century
- Ngabalin: 3 Nama Berinisial S-B-Y Harus Bertanggungjawab
- Ngabalin: Ruhut Jangan Asal Tuduh
- Hendak Berunjuk Rasa, Adhie Massardi Lapor Polda
- Ngabalin: Stop Sogok Menyogok
- Ngabalin: Jalin Komunikasi dengan Pemerintah
- Ngabalin: Jangan bermain-main dengan Amanah


