25 Apr 2009 13:23:40 WIB
MAKASSAR -- Proses rekapitulasi perhitungan suara KPU Sulsel dipastikan molor. Sesuai jadwal awal, rekap tingkat provinsi tersebut rampung malam tadi. Kenyataannya, masih ada enam kabupaten yang masih sementara merampungkan rekap tingkat KPU kabupaten/kota.Keenam kabupaten/kota tersebut adalah Makassar, Gowa, Jeneponto, Bone, Bulukumba, dan Sinjai. Hingga pukul 00.00 malam tadi, hasil rekap tingkat KPU kabupaten/kota keenam daerah tersebut belum disetor ke KPU Sulsel.
Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Sulsel, Ziaur Rahman Mustari, mengatakan bahwa KPU Sulsel tetap menunggu daerah yang belum rampung tersebut. Namun, dia berharap mereka merampungkan rekapnya sesegera mungkin.
Selain ada daerah yang belum rampung, lanjut Ziaur, ada juga dua daerah yang dikembalikan hasil rekapnya, yakni Pinrang dan Parepare. Kedua daerah itu dikembalikan karena Panwaslu kabupaten belum menyampaikan lampirannya ke Panwaslu Sulsel.
Hingga berita ini diturunkan, sebagian besar daerah sudah direkap hasil pemungutan suaranya. Di Dapil Sulsel III, tinggal Pinrang yang belum. Sementara di Dapil Sulsel II, yang sudah rampung antara lain Wajo, Maros, Barru, dan Soppeng.
Ali Mochtar Berpeluang
Caleg Partai Bulan Bintang, Ali Mochtar Ngabalin masih berpeluang duduk di DPR RI periode 2009-2014. Jika PBB berhasil lolos parliamentary treshold (PT), Ali hampir dipastikan kembali ke Senayan.
Berdasarkan rekapitulasi perhitungan suara tingkat provinsi yang berlangsung di Hotel Clarion, malam tadi, PBB sudah mengumpulkan 44.628 suara di Dapil Sulsel III. Suara ini belum termasuk suara dari Luwu dan Pinrang.
Suara pribadi Ali sudah mencapai 14.030. Juga belum termasuk Luwu dan Pinrang. Di PBB, Ali meraih suara tertinggi sehingga lebih berpeluang untuk mewakili PBB ke Senayan pada periode lima tahun mendatang.
Jika PBB memenuhi syarat PT, maka Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang terancam tak mendapat kursi di Senayan dari Dapil Sulsel III. Caleg PKS yang berpeluang adalah Andi Rahmat yang saat ini masih berstatus anggota DPR RI.
Dari tujuh kursi yang diperebutkan di Dapil Sulsel III, dua di antaranya bakal menjadi milik Partai Golkar. Perolehan suara Idrus Marham dan Mariani Akib Baramuli terus melejit. Dari Demokrat, Abubakar Malinta dan APA Timo Pangerang bersaing.
Sementara di Dapil Sulsel II, Partai Hanura dipastikan memperoleh satu kursi. Data yang diperoleh dari Partai Hanura, total suara partai saat ini sudah mencapai 60.898.
Caleg Hanura yang paling berpeluang adalah Akbar Faizal. Akbar memimpin perolehan suara sementara Hanura di Dapil Sulsel II dengan 24.496. Pesaing terdekatnya Abdul Rahman Halid baru memperoleh 5.451 suara.(sap)
Source : Fajar
Enam Kabupaten Masih Bermasalah
Oleh : Fajar Online
MAKASSAR -- Proses rekapitulasi perhitungan suara KPU Sulsel dipastikan molor. Sesuai jadwal awal, rekap tingkat provinsi tersebut rampung malam tadi. Kenyataannya, masih ada enam kabupaten yang masih sementara merampungkan rekap tingkat KPU kabupaten/kota.Keenam kabupaten/kota tersebut adalah Makassar, Gowa, Jeneponto, Bone, Bulukumba, dan Sinjai. Hingga pukul 00.00 malam tadi, hasil rekap tingkat KPU kabupaten/kota keenam daerah tersebut belum disetor ke KPU Sulsel.
Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Sulsel, Ziaur Rahman Mustari, mengatakan bahwa KPU Sulsel tetap menunggu daerah yang belum rampung tersebut. Namun, dia berharap mereka merampungkan rekapnya sesegera mungkin.
Selain ada daerah yang belum rampung, lanjut Ziaur, ada juga dua daerah yang dikembalikan hasil rekapnya, yakni Pinrang dan Parepare. Kedua daerah itu dikembalikan karena Panwaslu kabupaten belum menyampaikan lampirannya ke Panwaslu Sulsel.
Hingga berita ini diturunkan, sebagian besar daerah sudah direkap hasil pemungutan suaranya. Di Dapil Sulsel III, tinggal Pinrang yang belum. Sementara di Dapil Sulsel II, yang sudah rampung antara lain Wajo, Maros, Barru, dan Soppeng.
Ali Mochtar Berpeluang
Caleg Partai Bulan Bintang, Ali Mochtar Ngabalin masih berpeluang duduk di DPR RI periode 2009-2014. Jika PBB berhasil lolos parliamentary treshold (PT), Ali hampir dipastikan kembali ke Senayan.
Berdasarkan rekapitulasi perhitungan suara tingkat provinsi yang berlangsung di Hotel Clarion, malam tadi, PBB sudah mengumpulkan 44.628 suara di Dapil Sulsel III. Suara ini belum termasuk suara dari Luwu dan Pinrang.
Suara pribadi Ali sudah mencapai 14.030. Juga belum termasuk Luwu dan Pinrang. Di PBB, Ali meraih suara tertinggi sehingga lebih berpeluang untuk mewakili PBB ke Senayan pada periode lima tahun mendatang.
Jika PBB memenuhi syarat PT, maka Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang terancam tak mendapat kursi di Senayan dari Dapil Sulsel III. Caleg PKS yang berpeluang adalah Andi Rahmat yang saat ini masih berstatus anggota DPR RI.
Dari tujuh kursi yang diperebutkan di Dapil Sulsel III, dua di antaranya bakal menjadi milik Partai Golkar. Perolehan suara Idrus Marham dan Mariani Akib Baramuli terus melejit. Dari Demokrat, Abubakar Malinta dan APA Timo Pangerang bersaing.
Sementara di Dapil Sulsel II, Partai Hanura dipastikan memperoleh satu kursi. Data yang diperoleh dari Partai Hanura, total suara partai saat ini sudah mencapai 60.898.
Caleg Hanura yang paling berpeluang adalah Akbar Faizal. Akbar memimpin perolehan suara sementara Hanura di Dapil Sulsel II dengan 24.496. Pesaing terdekatnya Abdul Rahman Halid baru memperoleh 5.451 suara.(sap)
Source : Fajar
Artikel lainnya
- Nasrudin Zulkarnaen, Pelobi Tingkat Tinggi yang Tewas Penuh Kontroversi
- Massa Serahkan Tuntutan ke Sekwilpres
- Ribuan orang dari Gerakan Indonesia Bersih (GIB) terlibat aksi
- GIB Serukan Mosi Tak Percaya Pada SBY
- Ali Mochtar Ngabalin : BKPRMI Bukan Gerakan Terorisme
- Kelakuan Penyelenggara Negara Khianati Pancasila
- Federasi Timur Raya Dideklarasikan
- Ngabalin Kerahkan Pemuda Masjid
- Program 100 Hari SBY Dipertaruhkan Century
- Ngabalin: 3 Nama Berinisial S-B-Y Harus Bertanggungjawab
- Ngabalin: Ruhut Jangan Asal Tuduh
- Hendak Berunjuk Rasa, Adhie Massardi Lapor Polda
- Ngabalin: Stop Sogok Menyogok
- Ngabalin: Jalin Komunikasi dengan Pemerintah
- Ngabalin: Jangan bermain-main dengan Amanah


