25 May 2009 09:38:23 WIB

Jadikan Masjid Basis Pergerakan

Oleh : Manado Post

KETUA Dewan Pimpinan Pusat Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPP BKPRMI) Hi Ali Mochtar Ngabalin mengingatkan kader BKPRMI untuk menjadi masjid sebagai basis pergerakan.

Ngabalin mengakui, setiap setiap menghadapi Muswil dia harus menghadapi sesuatu yang berat. Apalagi untuk menentukan calon pemimpin dan menyelesaikan perdebatan. “Saya kira sebelum Muswil dilakukan, sudah dipersiapkan membangun konsolidasi dengan baik dan menggerakan seluruh potensi yang dimiliki serta rekomendasi untuk disampaikan,” katanya ketika memberikan sambutan pada pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) BKPRMI di Hotel Kawanua, akhir pekan lalu.

Menurutnya, BKPRMI sudah cukup tua dan lama menyandang konsep muahid, mijahid, dan masjid dijadikan basis pergerakan serta pusat menggodok kader yang akan datang. Karena itu, untuk menjadi kader pemimpin BKPRMI, dia harus berani mengukur diri yang baik. ‘’Organisasi ini dibangun dengan komunikasi supaya menghindari konflik, benci, dendam di antara peserta,’’ ujar salah satu personil DPR RI yang vocal ini.

Dia pun mengingatkan dalam Muswil ini jangan terjadi keributan atau konflik. Melainkan harus saling menasihati dan mendengarkan. “Dalam Muswil ini kita harus bermimpi, 5 tahun yang akan datang figur gubernur adalah salah satu anggota BKPRMI,” tegasnya.

Gubernur Sulut Drs SH Sarundajang dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Biro Kesejahteraan Setdaprov Sulut Drs H Awar Panawar mengatakan, BKPRMI Sulut merupakan wadah tempat berhimpun generasi muda yang mengedepankan ajaran Islam, sangat diyakini bisa menjadi mata rantai berbangsa dan bernegara.

”Lewat organisasi ini kita bisa muncul kedewasaan bertanggungjawab, responsif perkembangan perubahan bagi pemuda masjid,” ungkapnya.
Sampai berita ini diturunkan, Muswil masih terus berlangsung dan sudah masuk dalam tahap pemilihan ketua. Yang terlihat alot adalah bagaimana memilih pemimpin.

Ada sejumlah calon yang diusung untuk bisa menggantikan Machmud Lihawa, yakni, H Kennedy Paputungan, Rivai Poli, Mahmud Turuis, Karyanto Martam dan Fajrin Lamato.(oes/tas)

Source : Manado Post


Artikel lainnya