10 Jun 2009 09:41:23 WIB
Surabaya - Tim pemenangan JK-Wiranto dalam kampanye terbuka yang dimulai 12 Juni mendatang tidak akan terlalu banyak mengadakan kampanye terbuka. Tim JK-Wiranto akan lebih mengandalkan kampanye lewat media elektronik.
Menurut Ketua Tim Pemenangan JK-Wiranto, Fahmi Idris, kampanye lewat televisi jauh lebih efektif. Dia berasumsi masyarakat Indonesia dari tingkat desa hingga kota mengikuti acara -acara yang ditayangkan oleh televisi.
"Pendekatan yang efektif yang diakui semua pihak adalah melalui televisi. Masyarakat kita hampir semua mengikuti acara di televisi. Pemasangan iklan di televisi dianggap salah satu pilihan," kata Fahmi setelah usai rapat konsilidasi tim pemenangan di Jawa Timur di Kantor DPD Partai Golkar Jatim Jalan Ahmad Yani, Rabu (10/6/2009).
Mereka kata Fahmi juga mengefektifkan acara dialog dan perdebatan di televisi. Mereka tidak lagi mengandalkan kampanye terbuka.
"Kita akan mengandalkan dialog dengan massa yang tidak begitu banyak dan di dalam ruang," ungkapnya.
Dari hasil survei kata dia, tidak begitu banyak hasil yang didapat dari kampanye terbuka. "Hasilnya dari berbagai penelitian tidak ada tuh. Paling orang datang karena mendengar musik dangdut," tuturnya.
Pulau Jawa masih menjadi tempat utama untuk mendulang suara tambah Fahmi. "Karena semua punya pikiran yang sama, kepintaran yang sama, langkahnya juga sama. Jadi nggak heran dong," pungkasnya.
( bdh / ndr )
Source : Detik Pemilu
Tim JK-Wiranto Tidak Lagi Andalkan Kampanye Pengerahan Massa
Oleh : Detik Pemilu
Surabaya - Tim pemenangan JK-Wiranto dalam kampanye terbuka yang dimulai 12 Juni mendatang tidak akan terlalu banyak mengadakan kampanye terbuka. Tim JK-Wiranto akan lebih mengandalkan kampanye lewat media elektronik.
Menurut Ketua Tim Pemenangan JK-Wiranto, Fahmi Idris, kampanye lewat televisi jauh lebih efektif. Dia berasumsi masyarakat Indonesia dari tingkat desa hingga kota mengikuti acara -acara yang ditayangkan oleh televisi.
"Pendekatan yang efektif yang diakui semua pihak adalah melalui televisi. Masyarakat kita hampir semua mengikuti acara di televisi. Pemasangan iklan di televisi dianggap salah satu pilihan," kata Fahmi setelah usai rapat konsilidasi tim pemenangan di Jawa Timur di Kantor DPD Partai Golkar Jatim Jalan Ahmad Yani, Rabu (10/6/2009).
Mereka kata Fahmi juga mengefektifkan acara dialog dan perdebatan di televisi. Mereka tidak lagi mengandalkan kampanye terbuka.
"Kita akan mengandalkan dialog dengan massa yang tidak begitu banyak dan di dalam ruang," ungkapnya.
Dari hasil survei kata dia, tidak begitu banyak hasil yang didapat dari kampanye terbuka. "Hasilnya dari berbagai penelitian tidak ada tuh. Paling orang datang karena mendengar musik dangdut," tuturnya.
Pulau Jawa masih menjadi tempat utama untuk mendulang suara tambah Fahmi. "Karena semua punya pikiran yang sama, kepintaran yang sama, langkahnya juga sama. Jadi nggak heran dong," pungkasnya.
( bdh / ndr )
Source : Detik Pemilu
Artikel lainnya
- Din Syamsuddin Cium Jenazah Istri untuk Terakhir Kali
- Yusril Emoh Lapor Satgas Soal Kasus Sisminbakum
- Ngabalin: Sama Denny Jangan Guru Besar, Tapi Sorban Besar Saja
- Denny Bantah Tolak Debat dengan Ngabalin
- Nasrudin Zulkarnaen, Pelobi Tingkat Tinggi yang Tewas Penuh Kontroversi
- Massa Serahkan Tuntutan ke Sekwilpres
- Ribuan orang dari Gerakan Indonesia Bersih (GIB) terlibat aksi
- GIB Serukan Mosi Tak Percaya Pada SBY
- Ali Mochtar Ngabalin : BKPRMI Bukan Gerakan Terorisme
- Kelakuan Penyelenggara Negara Khianati Pancasila
- Federasi Timur Raya Dideklarasikan
- Ngabalin Kerahkan Pemuda Masjid
- Program 100 Hari SBY Dipertaruhkan Century
- Ngabalin: 3 Nama Berinisial S-B-Y Harus Bertanggungjawab
- Ngabalin: Ruhut Jangan Asal Tuduh


