12 Jun 2009 15:16:20 WIB
MAKASSAR -- Janji pasangan capres-cawapres HM Jusuf Kalla (JK)-Wiranto yang akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dua kali lipat, memperluas lapangan kerja, serta pemberantasan korupsi,mendapat tanggapan positif dari berbagai kalangan di Sulawesi Selatan. Mereka optimis janji itu akan mampu direalisasikan pasangan ini jika berhasil memenangi pilpres 8 Juli nanti.
Pengamat politik Unhas, Dr Adi Suryadi Culla misalnya, mengatakan bahwa janji kampanye JK-Wiranto tersebut tidaklah muluk-muluk. Menurutnya, dengan latar belakang JK sebagai ekonom sekaligus pengusaha, target itu tidaklah sulit untuk dicapai.
“JK dalam menyampaikan program atau janji-janjinya selalu berpikir dan berhitung realistis. Bisa kita lihat sejak dia menjabat sebagai wapres bahkan pada saat menteri. Semua program yang disampaikan selalu sukses direalisasikannya,” kata Adi Culla malam tadi.
Adi menambahkan, selain masalah ekonomi, JK juga sangat menguasai masalah sosial kemasyarakatan, termasuk bidang pemerintahan. Sebagai bukti konkret, kata dia, JK telah berhasil memediasi berbagai konflik yang terjadi selama ini. “Itu adalah jaminan bahwa JK-Wiranto akan dapat menjaga harmonisasi antar-golongan,” katanya.
Karena itu, imbuhnya, paket JK-Wiranto adalah pasangan yang sangat serasi dan paling ideal dibanding dua pasangan capres lainnya. Pasalnya, Wiranto sebagai wakilnya, juga telah banyak berpengalaman dalam bidang pemerintahan, khususnya di militer.
“Pasangan JK-Wiranto betul-betul pasangan nusantara. Sangat berbeda dengan dua pasangan capres lainnya yang kurang menguasai masalah perekonomian bangsa Indonesia,” katanya.
Secara terpisah, pakar ekonomi Unhas, Marsuki, DEA mengatakan, konsep ekonomi kebangsaan yang disampaikan JK-Wiranto adalah yang terbaik bagi masyarakat Indonesia. Menurutnya, konsep itu sangat realistis. Marsuki mengatakan, janji JK-Wiranto yang ingin meningkatkan pertumbuhan ekonomi dua kali lipat akan mudah dicapai.
Betapa tidak, selama menjabat wapres, JK sudah membuktikannya dengan menggenjot pembangunan infrastruktur. Dengan cara seperti itu, kata dia, otomatis akan sangat membantu pertumbuhan ekonomi, termasuk membuka lapangan pekerjaan bagi para pengangguran. “Pemberian dana bantuan bagi para pelaku UKM juga sangat realistis,” katanya.
Menurutnya, program pemberian dana bantuan bagi pelaku UKM bisa ditingkatkan jika seluruh bank-bank pemerintah dilibatkan langsung. Menurutnya, ke depan, pemerintah sangat penting meningkatkan pemberian kredit bagi pelaku UKM, terutama dalam sektor kredit produktif. “Saya yakin, konsep ekonomi kebangsaan akan tercapai jika diarahkan seperti itu,” kata Marsuki.
Aktivis anti korupsi Sulsel, Abraham Samad, SH, juga optimis dengan janji JK-Wiranto untuk memberantas kasus-kasus korupsi. Abraham mengatakan, seluruh capres yang bersaing saat ini memang secara eksplisit menjanjikan pemberantasan korupsi.
“Tapi kita tidak butuh retorika. Yang kita butuhkan adalah implementasi dalam kehidupan. Dan JK sudah membuktikan itu,” katanya.
Karena itu, untuk melihat keseriusan pasangan capres-cawapres dalam memberantas korupsi, dapat dilihat dari aktivitas mereka sebelum maju jadi capres. Menurutnya, JK yang backgroundnya seorang pengusaha sangat mudah ditelusuri.
“Dan terbukti, selama jadi pengusaha, Pak JK tidak pernah tersangkut dengan masalah hukum. Artinya dia adalah seorang pengusaha yang bersih,” kata mantan caleg PAN ini.
Karena itu, lanjut Abraham, janji-janji pemberantasan korupsi yang disampaikan JK-Wiranto tidak perlu diragukan. “Janji itu adalah pegangan dan harapan bagi kita semua,” tandasnya. (him)
Source : Fajar Online
Realistis dan Bukan Sekadar Janji
Oleh : Fajar Online
MAKASSAR -- Janji pasangan capres-cawapres HM Jusuf Kalla (JK)-Wiranto yang akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dua kali lipat, memperluas lapangan kerja, serta pemberantasan korupsi,mendapat tanggapan positif dari berbagai kalangan di Sulawesi Selatan. Mereka optimis janji itu akan mampu direalisasikan pasangan ini jika berhasil memenangi pilpres 8 Juli nanti.
Pengamat politik Unhas, Dr Adi Suryadi Culla misalnya, mengatakan bahwa janji kampanye JK-Wiranto tersebut tidaklah muluk-muluk. Menurutnya, dengan latar belakang JK sebagai ekonom sekaligus pengusaha, target itu tidaklah sulit untuk dicapai.
“JK dalam menyampaikan program atau janji-janjinya selalu berpikir dan berhitung realistis. Bisa kita lihat sejak dia menjabat sebagai wapres bahkan pada saat menteri. Semua program yang disampaikan selalu sukses direalisasikannya,” kata Adi Culla malam tadi.
Adi menambahkan, selain masalah ekonomi, JK juga sangat menguasai masalah sosial kemasyarakatan, termasuk bidang pemerintahan. Sebagai bukti konkret, kata dia, JK telah berhasil memediasi berbagai konflik yang terjadi selama ini. “Itu adalah jaminan bahwa JK-Wiranto akan dapat menjaga harmonisasi antar-golongan,” katanya.
Karena itu, imbuhnya, paket JK-Wiranto adalah pasangan yang sangat serasi dan paling ideal dibanding dua pasangan capres lainnya. Pasalnya, Wiranto sebagai wakilnya, juga telah banyak berpengalaman dalam bidang pemerintahan, khususnya di militer.
“Pasangan JK-Wiranto betul-betul pasangan nusantara. Sangat berbeda dengan dua pasangan capres lainnya yang kurang menguasai masalah perekonomian bangsa Indonesia,” katanya.
Secara terpisah, pakar ekonomi Unhas, Marsuki, DEA mengatakan, konsep ekonomi kebangsaan yang disampaikan JK-Wiranto adalah yang terbaik bagi masyarakat Indonesia. Menurutnya, konsep itu sangat realistis. Marsuki mengatakan, janji JK-Wiranto yang ingin meningkatkan pertumbuhan ekonomi dua kali lipat akan mudah dicapai.
Betapa tidak, selama menjabat wapres, JK sudah membuktikannya dengan menggenjot pembangunan infrastruktur. Dengan cara seperti itu, kata dia, otomatis akan sangat membantu pertumbuhan ekonomi, termasuk membuka lapangan pekerjaan bagi para pengangguran. “Pemberian dana bantuan bagi para pelaku UKM juga sangat realistis,” katanya.
Menurutnya, program pemberian dana bantuan bagi pelaku UKM bisa ditingkatkan jika seluruh bank-bank pemerintah dilibatkan langsung. Menurutnya, ke depan, pemerintah sangat penting meningkatkan pemberian kredit bagi pelaku UKM, terutama dalam sektor kredit produktif. “Saya yakin, konsep ekonomi kebangsaan akan tercapai jika diarahkan seperti itu,” kata Marsuki.
Aktivis anti korupsi Sulsel, Abraham Samad, SH, juga optimis dengan janji JK-Wiranto untuk memberantas kasus-kasus korupsi. Abraham mengatakan, seluruh capres yang bersaing saat ini memang secara eksplisit menjanjikan pemberantasan korupsi.
“Tapi kita tidak butuh retorika. Yang kita butuhkan adalah implementasi dalam kehidupan. Dan JK sudah membuktikan itu,” katanya.
Karena itu, untuk melihat keseriusan pasangan capres-cawapres dalam memberantas korupsi, dapat dilihat dari aktivitas mereka sebelum maju jadi capres. Menurutnya, JK yang backgroundnya seorang pengusaha sangat mudah ditelusuri.
“Dan terbukti, selama jadi pengusaha, Pak JK tidak pernah tersangkut dengan masalah hukum. Artinya dia adalah seorang pengusaha yang bersih,” kata mantan caleg PAN ini.
Karena itu, lanjut Abraham, janji-janji pemberantasan korupsi yang disampaikan JK-Wiranto tidak perlu diragukan. “Janji itu adalah pegangan dan harapan bagi kita semua,” tandasnya. (him)
Source : Fajar Online
Artikel lainnya
- Din Syamsuddin Cium Jenazah Istri untuk Terakhir Kali
- Yusril Emoh Lapor Satgas Soal Kasus Sisminbakum
- Ngabalin: Sama Denny Jangan Guru Besar, Tapi Sorban Besar Saja
- Denny Bantah Tolak Debat dengan Ngabalin
- Nasrudin Zulkarnaen, Pelobi Tingkat Tinggi yang Tewas Penuh Kontroversi
- Massa Serahkan Tuntutan ke Sekwilpres
- Ribuan orang dari Gerakan Indonesia Bersih (GIB) terlibat aksi
- GIB Serukan Mosi Tak Percaya Pada SBY
- Ali Mochtar Ngabalin : BKPRMI Bukan Gerakan Terorisme
- Kelakuan Penyelenggara Negara Khianati Pancasila
- Federasi Timur Raya Dideklarasikan
- Ngabalin Kerahkan Pemuda Masjid
- Program 100 Hari SBY Dipertaruhkan Century
- Ngabalin: 3 Nama Berinisial S-B-Y Harus Bertanggungjawab
- Ngabalin: Ruhut Jangan Asal Tuduh


