30 Jun 2009 13:57:09 WIB
Jakarta - Kubu JK-Wiranto angkat bicara soal pernyataan SBY yang menilai JK tidak etis karena membeberkan kemarahannya kepada Boediono. Pernyataan tersebut dinilai mencerminkan kepribadian yang tidak siap dikritik oleh bawahan.
"Bila ada anaknya yang cerdas, tegas, dan berani mengambil keputusan cepat, seharusnya justru harus bersyukur mendapatkan wakil presiden yang tidak asal bapak senang dan membungkus halus kepura-purannya dihadapan presiden karena ingin dinilai patuh. Padahal sebenarnya takut kalau hilang jabatannya," kata Jubir JK-Wiranto, Soehandojo, kepada detikcom lewat pesan singkatnya, Selasa (30/6/2009).
Soehandojo menambahkan, sikap JK mengritik Boediono menunjukan kepribadian yang lugas dalam bicara, tegas dalam bertindak sebagai pemimpin.
"Dan ini wujud ekspresi yang membuang jauh-jauh perilaku budaya kepura-puraan dan kebohongan publik," lanjutnya.
Sikap kepribadian JK yang terbuka harus dimaknai dengan positive thinking dan tidak dengan apriori sehingga dinilai ada keberpihakan.
"Apa yang dilakukan Pak JK sebenarnya merupakan penjelasan tentang hal yang aktual bahwa ternyata tidak mudah merealisasikan program
pembangunan yang berpihak dan bermanfaat pada rakyat, akibat masih membudayanya cara berfikir pemimpin tidak cepat mengambil keputusan," pungkas mantan Kapuspenkum Kejagung ini.
Dalam kampanye di Balikpapan, Minggu 28 Juni, SBY menganggap JK tidak etis menyusul sikapnya terhadap Boediono, cawapres SBY, yang dituding menghambat proyek pembangunan listrik 10 ribu megawatt saat menjadi Gubernur Bank Indonesia (BI).
"Ketika ada saran dari menteri tertentu dan dibuka ke publik ini tidaklah etis, ini persoalan internal. Tidak boleh dinamika itu dinilai sebagai kejelekan sebagai hal-hal yang tidak tepat para menteri kabinet juga ingin berbuat baik," kata dia waktu itu.
Tudingan SBY itu merespon "curhat" JK dalam kampanye di tempat yang sama sehari sebelumnya, yang mengaku memarahi Boediono terkait proyek listrik 10 ribu megawatt. ( Rez / irw )
Source : Detik Pemilu
Tim Sukses JK-Wiranto: SBY Tak Siap Dikritik
Oleh : Detik Pemilu
Jakarta - Kubu JK-Wiranto angkat bicara soal pernyataan SBY yang menilai JK tidak etis karena membeberkan kemarahannya kepada Boediono. Pernyataan tersebut dinilai mencerminkan kepribadian yang tidak siap dikritik oleh bawahan.
"Bila ada anaknya yang cerdas, tegas, dan berani mengambil keputusan cepat, seharusnya justru harus bersyukur mendapatkan wakil presiden yang tidak asal bapak senang dan membungkus halus kepura-purannya dihadapan presiden karena ingin dinilai patuh. Padahal sebenarnya takut kalau hilang jabatannya," kata Jubir JK-Wiranto, Soehandojo, kepada detikcom lewat pesan singkatnya, Selasa (30/6/2009).
Soehandojo menambahkan, sikap JK mengritik Boediono menunjukan kepribadian yang lugas dalam bicara, tegas dalam bertindak sebagai pemimpin.
"Dan ini wujud ekspresi yang membuang jauh-jauh perilaku budaya kepura-puraan dan kebohongan publik," lanjutnya.
Sikap kepribadian JK yang terbuka harus dimaknai dengan positive thinking dan tidak dengan apriori sehingga dinilai ada keberpihakan.
"Apa yang dilakukan Pak JK sebenarnya merupakan penjelasan tentang hal yang aktual bahwa ternyata tidak mudah merealisasikan program
pembangunan yang berpihak dan bermanfaat pada rakyat, akibat masih membudayanya cara berfikir pemimpin tidak cepat mengambil keputusan," pungkas mantan Kapuspenkum Kejagung ini.
Dalam kampanye di Balikpapan, Minggu 28 Juni, SBY menganggap JK tidak etis menyusul sikapnya terhadap Boediono, cawapres SBY, yang dituding menghambat proyek pembangunan listrik 10 ribu megawatt saat menjadi Gubernur Bank Indonesia (BI).
"Ketika ada saran dari menteri tertentu dan dibuka ke publik ini tidaklah etis, ini persoalan internal. Tidak boleh dinamika itu dinilai sebagai kejelekan sebagai hal-hal yang tidak tepat para menteri kabinet juga ingin berbuat baik," kata dia waktu itu.
Tudingan SBY itu merespon "curhat" JK dalam kampanye di tempat yang sama sehari sebelumnya, yang mengaku memarahi Boediono terkait proyek listrik 10 ribu megawatt. ( Rez / irw )
Source : Detik Pemilu
Artikel lainnya
- Nasrudin Zulkarnaen, Pelobi Tingkat Tinggi yang Tewas Penuh Kontroversi
- Massa Serahkan Tuntutan ke Sekwilpres
- Ribuan orang dari Gerakan Indonesia Bersih (GIB) terlibat aksi
- GIB Serukan Mosi Tak Percaya Pada SBY
- Ali Mochtar Ngabalin : BKPRMI Bukan Gerakan Terorisme
- Kelakuan Penyelenggara Negara Khianati Pancasila
- Federasi Timur Raya Dideklarasikan
- Ngabalin Kerahkan Pemuda Masjid
- Program 100 Hari SBY Dipertaruhkan Century
- Ngabalin: 3 Nama Berinisial S-B-Y Harus Bertanggungjawab
- Ngabalin: Ruhut Jangan Asal Tuduh
- Hendak Berunjuk Rasa, Adhie Massardi Lapor Polda
- Ngabalin: Stop Sogok Menyogok
- Ngabalin: Jalin Komunikasi dengan Pemerintah
- Ngabalin: Jangan bermain-main dengan Amanah


