02 Jul 2009 09:57:23 WIB

JK: Jangan Jadi seperti Martabak

Oleh : Kompas

Jombang, Kompas - Martabat bangsa Indonesia harus dijaga, jangan sampai seperti martabak yang bisa dibanting-banting tanpa bisa berbuat apa-apa. Oleh karena itu, bangsa Indonesia harus maju dengan diawali memperbaiki kualitas manusianya melalui pendidikan. Itu sebabnya pemerintah terus mendukung kemajuan sekolah swasta seimbang dengan bantuan yang diberikan kepada sekolah negeri.

Hal itu disampaikan Wakil Presiden M Jusuf Kalla dalam peletakan batu pertama pembangunan rumah Islam Nusantara Hasyim As’ari di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Rabu (1/7) petang. ”Kehidupan bangsa yang besar ini perlu dijaga dengan dukungan ekonomi yang kuat,” ujar Kalla yang sebelumnya juga meresmikan Islamic Center Darul ’Ulum di Ponpes Darul ’Ulum Peterongan, Jombang, Jatim.

Menurut Jusuf Kalla, dengan kemajuan bangsa, martabat bangsa akan bisa dijaga. Kalau tidak, bangsa ini hanya akan menjadi seperti martabak yang dilempar-lempar tanpa bisa berbuat banyak.

”Bangsa ini akan lebih baik dengan dukungan pendidikan yang baik. Itu sebabnya pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan tetap perlu didukung,” ujarnya.

Menurut Kalla, pendidikan yang diselenggarakan pondok pesantren merupakan perlambang berbagai kegiatan dan kemajuan bangsa. Karena itulah, pemerintah tidak akan membeda-bedakan kegiatan pendidikan seperti yang dilakukan pesantren.

Besarnya peran pondok pesantren tersebut tecermin dari meratanya tingkatan pendidikan yang diselenggarakan. Kalla menyebutkan, mulai dari tingkatan madrasah ibtidaiah yang setingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi saat ini dapat diselenggarakan oleh institusi pondok pesantren.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Hasyim Muzadi meminta agar rakyat yang sedang tertatih menghadapi problem keterimpitan ekonomi tidak dipecah belah.

Sebelumnya, pengasuh Ponpes Tebuireng KH Solahuddin Wahid mengatakan, ”Saya senang karena pemerintah telah menghargai jasa umat Islam dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan, di antaranya dalam bentuk museum Rumah Islam Nusantara Hasyim Asy’ari yang akan dibangun.”

Ketua Pengurus Wilayah NU Jatim Mutawakil Allah mengungkapkan, pertemuan ulama NU terakhir, Mei lalu, menyepakati dukungan pada JK. Alasannya, JK merupakan Mustasyar Pengurus Wilayah NU Sulawesi Selatan dan JK merupakan satu-satunya kader NU yang maju dalam pilpres mendatang.

Pertemuan itu juga menyerukan umat Islam di Jatim, khususnya warga NU, agar bersatu mengikuti langkah para ulama demi keutuhan NU dan keselamatan akidah Islam aswaja.

Sementara itu, Partai Kebangkitan Nasional Ulama dan Partai Demokrasi Pembaruan Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, kemarin menyatakan dukungannya bagi pasangan JK-Wiranto. Bentuk dukungan dideklarasikan dalam deklarasi tim relawan nusantara di Gedung PKK Purwakarta, Jawa Barat, Rabu.

(MAM/MKN/INK/MDN)

Source : Kompas


Artikel lainnya