17 Jul 2009 14:59:03 WIB
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyebut polisi dan Badan Intelejen Negara (BIN) lengah terkait ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton. Mereka terlalu terfokus pada pengamanan Pilpres.
"Yang dipastikan selama Pilpres perhatian polisi dan BIN terfokus pada keamanan Pilpres. Karena Pilpres begitu ramai, perhatian tertuju ke sana. Juga banyak acara, jadi orang bebas," ujar JK dalam jumpa pers di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta (17/7/2009).
JK menduga rencana pengeboman itu sudah dibuat sejak lama. Sebab dari pengalaman yang lampau, persiapan pengeboman membutuhkan waktu berbulan-bulan.
"Bom itu perencanaannya lama, tidak seminggu, tapi hitungannya bulan. Kita bisa lihat dari kasus bom Bali saat para pelaku bom di persidangan bercerita bagaimana mereka merencanakan peledakan bom, mulai dari survei sampai membeli bahan. Itu hitungannya bulan, tidak seminggu," kata JK.
Tak Jenguk Korban
JK mengatakan, dirinya belum berencana menjenguk korban untuk menghindari kekacauan di lapangan. "Tidak dulu, karena sekarang situasinya lagi kacau. Malah kalau kita datang TKP-nya kacau karena polisi ngawal kita," kata JK.
Source : Detikcom
JK: Polisi & BIN Lengah, Terlalu Fokus Pada Pilpres
Oleh : Detikcom
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyebut polisi dan Badan Intelejen Negara (BIN) lengah terkait ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton. Mereka terlalu terfokus pada pengamanan Pilpres.
"Yang dipastikan selama Pilpres perhatian polisi dan BIN terfokus pada keamanan Pilpres. Karena Pilpres begitu ramai, perhatian tertuju ke sana. Juga banyak acara, jadi orang bebas," ujar JK dalam jumpa pers di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta (17/7/2009).
JK menduga rencana pengeboman itu sudah dibuat sejak lama. Sebab dari pengalaman yang lampau, persiapan pengeboman membutuhkan waktu berbulan-bulan.
"Bom itu perencanaannya lama, tidak seminggu, tapi hitungannya bulan. Kita bisa lihat dari kasus bom Bali saat para pelaku bom di persidangan bercerita bagaimana mereka merencanakan peledakan bom, mulai dari survei sampai membeli bahan. Itu hitungannya bulan, tidak seminggu," kata JK.
Tak Jenguk Korban
JK mengatakan, dirinya belum berencana menjenguk korban untuk menghindari kekacauan di lapangan. "Tidak dulu, karena sekarang situasinya lagi kacau. Malah kalau kita datang TKP-nya kacau karena polisi ngawal kita," kata JK.
Source : Detikcom
Artikel lainnya
- Nasrudin Zulkarnaen, Pelobi Tingkat Tinggi yang Tewas Penuh Kontroversi
- Massa Serahkan Tuntutan ke Sekwilpres
- Ribuan orang dari Gerakan Indonesia Bersih (GIB) terlibat aksi
- GIB Serukan Mosi Tak Percaya Pada SBY
- Ali Mochtar Ngabalin : BKPRMI Bukan Gerakan Terorisme
- Kelakuan Penyelenggara Negara Khianati Pancasila
- Federasi Timur Raya Dideklarasikan
- Ngabalin Kerahkan Pemuda Masjid
- Program 100 Hari SBY Dipertaruhkan Century
- Ngabalin: 3 Nama Berinisial S-B-Y Harus Bertanggungjawab
- Ngabalin: Ruhut Jangan Asal Tuduh
- Hendak Berunjuk Rasa, Adhie Massardi Lapor Polda
- Ngabalin: Stop Sogok Menyogok
- Ngabalin: Jalin Komunikasi dengan Pemerintah
- Ngabalin: Jangan bermain-main dengan Amanah


