22 Jul 2009 13:39:48 WIB
Jakarta - Pacapilpres, hubungan Susilo Bambang Yudhoyono-Yusril Ihza Mahendra makin mesra. Keduanya sudah bertemu beberapa kali. Kabarnya, Yusril akan diplot sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).
Menurut sumber WartaOne.com di DPP Partai Bulan Bintang (PBB), secara pribadi, hubungan antara SBY dan Yusril tetap baik. Makanya, jangan heran jika seusai pilpres, keduanya sudah bertemu beberapa kali. "Persisnya berapa kali saya lupa, yang jelas lebih dari sekali. Bertemunya di Istana dan Cikeas," ujar sumber tersebut, Rabu (22/7).
Ditanya apa yang diperbincangkan kedua sahabat lama tersebut, sumber menyebut sejumlah persoalan bangsa, misalnya beberapa RUU yang mandek, seperti RUU Pengadilan Tipikor. "Sepeninggal Yusril, terbukti tim hukum SBY lemah," kata sumber tersebut.
Sumber tersebut juga tak menampik jika ke depan mantan menteri sekretaris negara itu akan didaulat menjadi anggota wantimpres. "Kecenderungan itu ada, kalau cuma jadi staf khusus sepertinya tidak mungkin," kata sumber.
Seperti diketahui, di pemerintahan SBY-JK, Yusril yang juga Ketua Majelis Syura Partai Bulan Bintang (PBB) pernah menjadi menteri hukum dan HAM serta mensesneg. Yusril dicopot dari posisi mensesneg pada Mei 2007.
Sesaat setelah dicopot, Yusril dikabarkan akan dijadikan duta besar, namun yang bersangkutan menolak. Kemudian, Yusril juga dikabarkan diplot menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), tetapi isu itu juga tak terbukti. Kini, Yusril dikabarkan menjadi wantimpres. Benarkah? Cuma SBY dan Yusril yang tahu. (zik/zik)
Source : WartaOne
Yusril Diplot Jadi Wantimpres?
Oleh : WartaOne
Jakarta - Pacapilpres, hubungan Susilo Bambang Yudhoyono-Yusril Ihza Mahendra makin mesra. Keduanya sudah bertemu beberapa kali. Kabarnya, Yusril akan diplot sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).
Menurut sumber WartaOne.com di DPP Partai Bulan Bintang (PBB), secara pribadi, hubungan antara SBY dan Yusril tetap baik. Makanya, jangan heran jika seusai pilpres, keduanya sudah bertemu beberapa kali. "Persisnya berapa kali saya lupa, yang jelas lebih dari sekali. Bertemunya di Istana dan Cikeas," ujar sumber tersebut, Rabu (22/7).
Ditanya apa yang diperbincangkan kedua sahabat lama tersebut, sumber menyebut sejumlah persoalan bangsa, misalnya beberapa RUU yang mandek, seperti RUU Pengadilan Tipikor. "Sepeninggal Yusril, terbukti tim hukum SBY lemah," kata sumber tersebut.
Sumber tersebut juga tak menampik jika ke depan mantan menteri sekretaris negara itu akan didaulat menjadi anggota wantimpres. "Kecenderungan itu ada, kalau cuma jadi staf khusus sepertinya tidak mungkin," kata sumber.
Seperti diketahui, di pemerintahan SBY-JK, Yusril yang juga Ketua Majelis Syura Partai Bulan Bintang (PBB) pernah menjadi menteri hukum dan HAM serta mensesneg. Yusril dicopot dari posisi mensesneg pada Mei 2007.
Sesaat setelah dicopot, Yusril dikabarkan akan dijadikan duta besar, namun yang bersangkutan menolak. Kemudian, Yusril juga dikabarkan diplot menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), tetapi isu itu juga tak terbukti. Kini, Yusril dikabarkan menjadi wantimpres. Benarkah? Cuma SBY dan Yusril yang tahu. (zik/zik)
Source : WartaOne
Artikel lainnya
- Nasrudin Zulkarnaen, Pelobi Tingkat Tinggi yang Tewas Penuh Kontroversi
- Massa Serahkan Tuntutan ke Sekwilpres
- Ribuan orang dari Gerakan Indonesia Bersih (GIB) terlibat aksi
- GIB Serukan Mosi Tak Percaya Pada SBY
- Ali Mochtar Ngabalin : BKPRMI Bukan Gerakan Terorisme
- Kelakuan Penyelenggara Negara Khianati Pancasila
- Federasi Timur Raya Dideklarasikan
- Ngabalin Kerahkan Pemuda Masjid
- Program 100 Hari SBY Dipertaruhkan Century
- Ngabalin: 3 Nama Berinisial S-B-Y Harus Bertanggungjawab
- Ngabalin: Ruhut Jangan Asal Tuduh
- Hendak Berunjuk Rasa, Adhie Massardi Lapor Polda
- Ngabalin: Stop Sogok Menyogok
- Ngabalin: Jalin Komunikasi dengan Pemerintah
- Ngabalin: Jangan bermain-main dengan Amanah


