22 Jul 2009 13:41:30 WIB
Jakarta - Partai Bulan Bintang (PBB) menilai negara dan pemerintah masih membutuhkan sosok Yusril Ihza Mahendra. Sebab, di bidang hukum tata negara, Yusril belum ada duanya.
Menurut salah satu Ketua DPP PBB Ali Mochtar Ngabalin, dirinya belum tahu kabar bahwa Yusril akan dijadikan sebagai salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).
"Itu jadi kewenangan presiden, dan saya kira tentu dalam banyak hal kader partai, masyarakat juga akan memberikan penilaian. Tetapi, selama ini Yusril sangat memberikan manfaat bagi penyelenggaraan negara," kata Ngabalin saat berbincang dengan WartaOne.com, Rabu (22/7).
Ditambahkan Ngabalin, ada beberapa kelebihan yang dimiliki Yusril, antara lain tidak punya cacat, punya massa, pimpinan partai, dan yang terpenting Yusril adalah ahli hukum tata negara yang belum ada tandingannya di Tanah Air.
Didesak pertanyaan Yusril dicopot SBY karena diduga terlibat kasus hukum, Ngabalin mengelak. "Lembaga pengadilan mana yang bisa membuktikan bahwa Yusril terlibat dan dijatuhi hukuman. Karena itu saya selalu mengatakan bahwa salah tidaknya seseorang tergantung ketok palu, sampai sekarang tidak terbukti. Yang jelas, negara harus diisi orang-orang terpercaya seperti Yusril," tegas anggota Komisi I DPR RI itu.
Ngabalin menambahkan, jika benar Yusril bertemu SBY, itu merupakan hal biasa. "Mereka bersahabat. Politik boleh panas, tetapi pertemanan, silaturahmi, persahabatan berjalan seperti biasa. Saya pun demikian. Kurang keras apa saya dengan SBY. Tetapi kalau bertemu, saya memanggil beliau dengan sebutan 'Mas', dan beliau menyapa saya dengan sebutan 'Adinda'," papar Ngabalin.
Sebelumnya diberitakan, sumber WartaOne.com di DPP PBB mengungkapkan, seusai pilpres, Yusril dan SBY beberapa kali bertemu. Kuat dugaan, Yusril akan dijadikan sebagai salah satu anggota Wantimpres. (zik/zik)
Source : WartaOne
PBB: Kewenangan SBY Jadikan Yusril Wantimpres
Oleh : WartaOne
Jakarta - Partai Bulan Bintang (PBB) menilai negara dan pemerintah masih membutuhkan sosok Yusril Ihza Mahendra. Sebab, di bidang hukum tata negara, Yusril belum ada duanya.
Menurut salah satu Ketua DPP PBB Ali Mochtar Ngabalin, dirinya belum tahu kabar bahwa Yusril akan dijadikan sebagai salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).
"Itu jadi kewenangan presiden, dan saya kira tentu dalam banyak hal kader partai, masyarakat juga akan memberikan penilaian. Tetapi, selama ini Yusril sangat memberikan manfaat bagi penyelenggaraan negara," kata Ngabalin saat berbincang dengan WartaOne.com, Rabu (22/7).
Ditambahkan Ngabalin, ada beberapa kelebihan yang dimiliki Yusril, antara lain tidak punya cacat, punya massa, pimpinan partai, dan yang terpenting Yusril adalah ahli hukum tata negara yang belum ada tandingannya di Tanah Air.
Didesak pertanyaan Yusril dicopot SBY karena diduga terlibat kasus hukum, Ngabalin mengelak. "Lembaga pengadilan mana yang bisa membuktikan bahwa Yusril terlibat dan dijatuhi hukuman. Karena itu saya selalu mengatakan bahwa salah tidaknya seseorang tergantung ketok palu, sampai sekarang tidak terbukti. Yang jelas, negara harus diisi orang-orang terpercaya seperti Yusril," tegas anggota Komisi I DPR RI itu.
Ngabalin menambahkan, jika benar Yusril bertemu SBY, itu merupakan hal biasa. "Mereka bersahabat. Politik boleh panas, tetapi pertemanan, silaturahmi, persahabatan berjalan seperti biasa. Saya pun demikian. Kurang keras apa saya dengan SBY. Tetapi kalau bertemu, saya memanggil beliau dengan sebutan 'Mas', dan beliau menyapa saya dengan sebutan 'Adinda'," papar Ngabalin.
Sebelumnya diberitakan, sumber WartaOne.com di DPP PBB mengungkapkan, seusai pilpres, Yusril dan SBY beberapa kali bertemu. Kuat dugaan, Yusril akan dijadikan sebagai salah satu anggota Wantimpres. (zik/zik)
Source : WartaOne
Artikel lainnya
- Nasrudin Zulkarnaen, Pelobi Tingkat Tinggi yang Tewas Penuh Kontroversi
- Massa Serahkan Tuntutan ke Sekwilpres
- Ribuan orang dari Gerakan Indonesia Bersih (GIB) terlibat aksi
- GIB Serukan Mosi Tak Percaya Pada SBY
- Ali Mochtar Ngabalin : BKPRMI Bukan Gerakan Terorisme
- Kelakuan Penyelenggara Negara Khianati Pancasila
- Federasi Timur Raya Dideklarasikan
- Ngabalin Kerahkan Pemuda Masjid
- Program 100 Hari SBY Dipertaruhkan Century
- Ngabalin: 3 Nama Berinisial S-B-Y Harus Bertanggungjawab
- Ngabalin: Ruhut Jangan Asal Tuduh
- Hendak Berunjuk Rasa, Adhie Massardi Lapor Polda
- Ngabalin: Stop Sogok Menyogok
- Ngabalin: Jalin Komunikasi dengan Pemerintah
- Ngabalin: Jangan bermain-main dengan Amanah


