27 Aug 2009 18:06:12 WIB
JAKARTA--MI: Abu Jibril, ayah Muhammad Jibril yang diduga sebagai kurir dana jaringan terorisme internasional yang digunakan dalam aksi pemboman di Hotel JW Marriot dan Hotel Ritz Carlton, Kamis (27/8) mendatangi Komisi I DPR.
"Kami datang ke parlemen untuk melakukan pembelaan. Muhammad Jibril adalah salah satu anggota Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) yang diculik oleh Densus 88 dan hingga sekarang belum diketahui keberadaannya," ujar Abu Jibril kepada pers seusai diterima oleh Anggota Komisi I DPR Ali Muchtar Ngabalin.
Dialog yang rencananya digelar ditunda karena di waktu yang sama Komisi I DPR tengah melakukan uji kepatutan dan kelayakan duta besar. Abu Jibril meminta agar DPR segera memanggil Presiden untuk menjelaskan mengenai konsep penanganan terorisme yang dilakukan selama ini.
Ia juga meminta Presiden segera meralat stigma yang selama ini melekat bahwa seakan-akan jihad adalah pemicu terorisme. Dalam kesempatan itu, Abu Jibril juga meminta agar DPR ikut menyuarakan hal ini agar ke depan, masyarakat Indonesia tidak antipati terhadap jihad dan syariat Islam.
"DPR juga kami minta ikut menyuarakan bahwa dalam pemberantasan terorisme ini, jihad dan syariat Islam jangan dijadikan musuh yang menakutkan sehingga masyarakat ketakutan," katanya. (MP/OL-06)
Source : MediaIndonesia
Abu Jibril Datangi DPR
Oleh : Media Indonesia
JAKARTA--MI: Abu Jibril, ayah Muhammad Jibril yang diduga sebagai kurir dana jaringan terorisme internasional yang digunakan dalam aksi pemboman di Hotel JW Marriot dan Hotel Ritz Carlton, Kamis (27/8) mendatangi Komisi I DPR.
"Kami datang ke parlemen untuk melakukan pembelaan. Muhammad Jibril adalah salah satu anggota Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) yang diculik oleh Densus 88 dan hingga sekarang belum diketahui keberadaannya," ujar Abu Jibril kepada pers seusai diterima oleh Anggota Komisi I DPR Ali Muchtar Ngabalin.
Dialog yang rencananya digelar ditunda karena di waktu yang sama Komisi I DPR tengah melakukan uji kepatutan dan kelayakan duta besar. Abu Jibril meminta agar DPR segera memanggil Presiden untuk menjelaskan mengenai konsep penanganan terorisme yang dilakukan selama ini.
Ia juga meminta Presiden segera meralat stigma yang selama ini melekat bahwa seakan-akan jihad adalah pemicu terorisme. Dalam kesempatan itu, Abu Jibril juga meminta agar DPR ikut menyuarakan hal ini agar ke depan, masyarakat Indonesia tidak antipati terhadap jihad dan syariat Islam.
"DPR juga kami minta ikut menyuarakan bahwa dalam pemberantasan terorisme ini, jihad dan syariat Islam jangan dijadikan musuh yang menakutkan sehingga masyarakat ketakutan," katanya. (MP/OL-06)
Source : MediaIndonesia
Artikel lainnya
- Nasrudin Zulkarnaen, Pelobi Tingkat Tinggi yang Tewas Penuh Kontroversi
- Massa Serahkan Tuntutan ke Sekwilpres
- Ribuan orang dari Gerakan Indonesia Bersih (GIB) terlibat aksi
- GIB Serukan Mosi Tak Percaya Pada SBY
- Ali Mochtar Ngabalin : BKPRMI Bukan Gerakan Terorisme
- Kelakuan Penyelenggara Negara Khianati Pancasila
- Federasi Timur Raya Dideklarasikan
- Ngabalin Kerahkan Pemuda Masjid
- Program 100 Hari SBY Dipertaruhkan Century
- Ngabalin: 3 Nama Berinisial S-B-Y Harus Bertanggungjawab
- Ngabalin: Ruhut Jangan Asal Tuduh
- Hendak Berunjuk Rasa, Adhie Massardi Lapor Polda
- Ngabalin: Stop Sogok Menyogok
- Ngabalin: Jalin Komunikasi dengan Pemerintah
- Ngabalin: Jangan bermain-main dengan Amanah


