20 Nov 2009 14:11:13 WIB
Jakarta—Dalam berorganisasi, selain penting mengutamakan hal-hal yang prinsipil dan substansial, yang seremonial pun harus diperhatikan. Karena setiap upacara atau prosesi acara di organisasi pasti memiliki arti dan makna tersendiri. Demikian halnya, upacara pelantikan kepengurusan di Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI).
Menurut Ali Mocthar, sekalipun pelantikan itu adalah upacara seremoni, dalam rangka memenuhi ketentuan formal organisasi. Namun, hal itu tidak bisa diabaikan arti-pentingnya bagi kebaikan organisasi. Bahkan, pada sisi tertentu terasa kurang afdhal, bila tidak dilakukan.
“Pada hakikatnya, pertanggungjawaban amanah adalah kepada Allah SWT. Karena itu saya ingatkan kepada ikhwan dan akhwat untuk tidak bermain-main dengan amanah,” kata Ali Mocthar dalam sambutannya, seusai mengambil ba’iat (ikrar) DPP BKPRMI periode 2009-2013 yang dilaksanakan bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda, Rabu 28 Oktober 2009 bertempat di Aula Masjid Istiqlal, Jakarta.
Pelantikan berlangsung khidmat, hampir seratus persen jajaran pengurus harian DPP BKPRMI hadir. Pada pelantikan itu hadir Prof.Dr. Azyumardi Azra, MA mantan Rektor Universitas Islam Negeri Jakarta, menyampaikan pidato dengan tema: Kepemimpinan Pemuda dan Tantangan Dakwah di era Globalisasi.
Selaku mandataris Munas XI, Ali Mocthar meminta perhatian serta keikhlasan Dewan Pengurus Pusat untuk dapat mengemban amanah organisasi dengan sebaik-baiknya. Tidak ada keberhasilan organisasi yang bisa diharapkan, kata Ali Mocthar, kecuali pengurus berkomitmen untuk bekerjasama dalam melaksanakan amanah tersebut. “Dengan keikhlasan dan kerjasama yang baik, insya Allah kita diberikan petunjuk dan pertolongan-Nya,”demikian ujar Ali Mocthar
Prof.Dr.Azyumardi Azra dalam pidatonya mengingatkan, makna posisi BKPRMI di tengah-tengah perubahan. Menurutnya, BKPRMI memiliki peran strategis dalam kederisasi kepemimpinan bangsa. Banyak kader BKPRMI telah menjadi tokoh di wilayah masing-masing, dan menjadi representasi partai-partai politik tertentu, bahkan ada sebagai anggota DPD RI. Hal ini, menurut Direktur Pasca Sarjana UIN Jakarta adalah pencapaian yang patut di apresiasi. Prof Azyumardi juga berharap, di masa-masa mendatang sumbangan dari BKPRMI sebagai salah satu pool - sebagai salah satu sumber kepemimpinan, bisa semakin besar.
Peluang bagi BKPRMI demikian besar—seiring dengan tantangan di tengah-tengah umat. Semoga harapan besar disambut dengan kerja-keras sebagai bukti, bukan janji.*(z)
Ngabalin: Jangan bermain-main dengan Amanah
Oleh : Zainul
Jakarta—Dalam berorganisasi, selain penting mengutamakan hal-hal yang prinsipil dan substansial, yang seremonial pun harus diperhatikan. Karena setiap upacara atau prosesi acara di organisasi pasti memiliki arti dan makna tersendiri. Demikian halnya, upacara pelantikan kepengurusan di Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI).
Menurut Ali Mocthar, sekalipun pelantikan itu adalah upacara seremoni, dalam rangka memenuhi ketentuan formal organisasi. Namun, hal itu tidak bisa diabaikan arti-pentingnya bagi kebaikan organisasi. Bahkan, pada sisi tertentu terasa kurang afdhal, bila tidak dilakukan.
“Pada hakikatnya, pertanggungjawaban amanah adalah kepada Allah SWT. Karena itu saya ingatkan kepada ikhwan dan akhwat untuk tidak bermain-main dengan amanah,” kata Ali Mocthar dalam sambutannya, seusai mengambil ba’iat (ikrar) DPP BKPRMI periode 2009-2013 yang dilaksanakan bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda, Rabu 28 Oktober 2009 bertempat di Aula Masjid Istiqlal, Jakarta.
Pelantikan berlangsung khidmat, hampir seratus persen jajaran pengurus harian DPP BKPRMI hadir. Pada pelantikan itu hadir Prof.Dr. Azyumardi Azra, MA mantan Rektor Universitas Islam Negeri Jakarta, menyampaikan pidato dengan tema: Kepemimpinan Pemuda dan Tantangan Dakwah di era Globalisasi.
Selaku mandataris Munas XI, Ali Mocthar meminta perhatian serta keikhlasan Dewan Pengurus Pusat untuk dapat mengemban amanah organisasi dengan sebaik-baiknya. Tidak ada keberhasilan organisasi yang bisa diharapkan, kata Ali Mocthar, kecuali pengurus berkomitmen untuk bekerjasama dalam melaksanakan amanah tersebut. “Dengan keikhlasan dan kerjasama yang baik, insya Allah kita diberikan petunjuk dan pertolongan-Nya,”demikian ujar Ali Mocthar
Prof.Dr.Azyumardi Azra dalam pidatonya mengingatkan, makna posisi BKPRMI di tengah-tengah perubahan. Menurutnya, BKPRMI memiliki peran strategis dalam kederisasi kepemimpinan bangsa. Banyak kader BKPRMI telah menjadi tokoh di wilayah masing-masing, dan menjadi representasi partai-partai politik tertentu, bahkan ada sebagai anggota DPD RI. Hal ini, menurut Direktur Pasca Sarjana UIN Jakarta adalah pencapaian yang patut di apresiasi. Prof Azyumardi juga berharap, di masa-masa mendatang sumbangan dari BKPRMI sebagai salah satu pool - sebagai salah satu sumber kepemimpinan, bisa semakin besar.
Peluang bagi BKPRMI demikian besar—seiring dengan tantangan di tengah-tengah umat. Semoga harapan besar disambut dengan kerja-keras sebagai bukti, bukan janji.*(z)
Artikel lainnya
- Nasrudin Zulkarnaen, Pelobi Tingkat Tinggi yang Tewas Penuh Kontroversi
- Massa Serahkan Tuntutan ke Sekwilpres
- Ribuan orang dari Gerakan Indonesia Bersih (GIB) terlibat aksi
- GIB Serukan Mosi Tak Percaya Pada SBY
- Ali Mochtar Ngabalin : BKPRMI Bukan Gerakan Terorisme
- Kelakuan Penyelenggara Negara Khianati Pancasila
- Federasi Timur Raya Dideklarasikan
- Ngabalin Kerahkan Pemuda Masjid
- Program 100 Hari SBY Dipertaruhkan Century
- Ngabalin: 3 Nama Berinisial S-B-Y Harus Bertanggungjawab
- Ngabalin: Ruhut Jangan Asal Tuduh
- Hendak Berunjuk Rasa, Adhie Massardi Lapor Polda
- Ngabalin: Stop Sogok Menyogok
- Ngabalin: Jalin Komunikasi dengan Pemerintah
- Ali Mochtar Ngabalin Puji Sekretariat BKPRMI Jambi


