21 Nov 2009 14:15:06 WIB
Banda Aceh-Ketua Umum DPP BKPRMI, Ali Mocthar Ngabalin mengajak umat Islam untuk menghentikan semua kegiatan yang berbau sogok menyogok. Selain karena dilarang oleh Islam, menurutnya, perbuatan sogok menyogok itu juga dapat menciptakan konflik sesama manusia, baik secara individu, kelompok maupun lembaga. Hal itu dikatakan Ali Mocthar saat menjadi penceramah pada halaqah maghrib di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Ahad malam (16/11).
Munculnya persoalan antara Mahkamah Konstitusi (MK), Polisi, dan Kejaksaan Agung, seperti yang dilansir sejumlah media massa dalam beberapa waktu terakhir, juga berawal dari kegiatan sogok-menyogok, atau rencana sogok menyogok. Persoalan siapa dapat apa, siapa mau mengaku, siapa mau bersembunyi tangan, dan persoalan siapa yang melempar dan menyembunyikan tangan.
Siapa saja yang keberatan dengan konsep ajaran Islam, lanjut Ali Mocthar, dalam Islam tidak ada paksaan. “Jika tak mau ikut, atau keberatan dengan ajaran Islam karena melarang judi, zina, dan sogok menyogok, silakan memilih agama lain, yang mungkin membenarkan semua itu. Islam tak pernah memaksa, kata Ali Mocthar, pengisi acara “Bincang Ta’lim” TVRI ini.
Ia menambahkan, sejak seorang muslim berucap dua kalimah syahadat, umat Islam telah terikat dengan amanah untuk menjauhkan diri dari khamar, zina, sogok menyogok, dan berbagai perbuatan tercela lainnya. (A).
Ngabalin: Stop Sogok Menyogok
Oleh : Zainul
Banda Aceh-Ketua Umum DPP BKPRMI, Ali Mocthar Ngabalin mengajak umat Islam untuk menghentikan semua kegiatan yang berbau sogok menyogok. Selain karena dilarang oleh Islam, menurutnya, perbuatan sogok menyogok itu juga dapat menciptakan konflik sesama manusia, baik secara individu, kelompok maupun lembaga. Hal itu dikatakan Ali Mocthar saat menjadi penceramah pada halaqah maghrib di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Ahad malam (16/11).
Munculnya persoalan antara Mahkamah Konstitusi (MK), Polisi, dan Kejaksaan Agung, seperti yang dilansir sejumlah media massa dalam beberapa waktu terakhir, juga berawal dari kegiatan sogok-menyogok, atau rencana sogok menyogok. Persoalan siapa dapat apa, siapa mau mengaku, siapa mau bersembunyi tangan, dan persoalan siapa yang melempar dan menyembunyikan tangan.
Siapa saja yang keberatan dengan konsep ajaran Islam, lanjut Ali Mocthar, dalam Islam tidak ada paksaan. “Jika tak mau ikut, atau keberatan dengan ajaran Islam karena melarang judi, zina, dan sogok menyogok, silakan memilih agama lain, yang mungkin membenarkan semua itu. Islam tak pernah memaksa, kata Ali Mocthar, pengisi acara “Bincang Ta’lim” TVRI ini.
Ia menambahkan, sejak seorang muslim berucap dua kalimah syahadat, umat Islam telah terikat dengan amanah untuk menjauhkan diri dari khamar, zina, sogok menyogok, dan berbagai perbuatan tercela lainnya. (A).
Artikel lainnya
- Nasrudin Zulkarnaen, Pelobi Tingkat Tinggi yang Tewas Penuh Kontroversi
- Massa Serahkan Tuntutan ke Sekwilpres
- Ribuan orang dari Gerakan Indonesia Bersih (GIB) terlibat aksi
- GIB Serukan Mosi Tak Percaya Pada SBY
- Ali Mochtar Ngabalin : BKPRMI Bukan Gerakan Terorisme
- Kelakuan Penyelenggara Negara Khianati Pancasila
- Federasi Timur Raya Dideklarasikan
- Ngabalin Kerahkan Pemuda Masjid
- Program 100 Hari SBY Dipertaruhkan Century
- Ngabalin: 3 Nama Berinisial S-B-Y Harus Bertanggungjawab
- Ngabalin: Ruhut Jangan Asal Tuduh
- Hendak Berunjuk Rasa, Adhie Massardi Lapor Polda
- Ngabalin: Jalin Komunikasi dengan Pemerintah
- Ngabalin: Jangan bermain-main dengan Amanah
- Ali Mochtar Ngabalin Puji Sekretariat BKPRMI Jambi


