16 Dec 2009 18:27:43 WIB
Jakarta - Kasus Bank Century terus bergulir bak bola liar. Beberapa nama pun disebut-sebut harus turut bertanggungjawab atas pengucuran bailout Rp 6,7 triliun kepada Bank Century tersebut.
"S untuk Sri Mulyani, B untuk Boediono dan Y untuk Yudhoyono. Jadi S-B-Y!," kata mantan
Anggota DPR Ali Mochtar Ngabalin di sekretariat Bendera, Jl Diponegoro, Jakarta, Rabu (16/12/2009).
Ngabalin menuding, ketiga nama tersebut tidak lain adalah konseptor skandal Bank Century. Ia pun menuntut agar 'SBY' tidak lagi berbohong atas kesalahannya karena menyetujui kucuran dana untuk bank yang sudah bangkrut itu.
"Jangan menutup penipuan dengan kebohongan. Kita tinggal secara formal menunggu pansus menjatuhkan palu membawa rekomendasi ke MK. Untuk menghukum Sri Mulyani, Boediono, dan Yudhoyono," ucapnya berapi-api.
Namun, Ngabalin membantah sikap kerasnya terhadap kasus Bank Century karena dirinya haus jabatan. Ia mengatakan tidak takut dengan segala ancaman yang ditujukan atas sikap kerasnya tersebut.
"Kita itu tidak benci SBY, Sri Mulyani, dan Boediono. Yang kita benci itu karena mereka terlibat dalam skandal Bank Century,"
"Saya tidak bermimpi jadi menteri. Saya tidak takut apa ekses atas teriakan saya ini, karena mati hari ini dengan besok sama saja," tutup pria yang sering mengenakan sorban di kepalanya.
(ape/anw)
Source : DetikCom
Ngabalin: 3 Nama Berinisial S-B-Y Harus Bertanggungjawab
Oleh : Detikcom
Jakarta - Kasus Bank Century terus bergulir bak bola liar. Beberapa nama pun disebut-sebut harus turut bertanggungjawab atas pengucuran bailout Rp 6,7 triliun kepada Bank Century tersebut.
"S untuk Sri Mulyani, B untuk Boediono dan Y untuk Yudhoyono. Jadi S-B-Y!," kata mantan
Anggota DPR Ali Mochtar Ngabalin di sekretariat Bendera, Jl Diponegoro, Jakarta, Rabu (16/12/2009).
Ngabalin menuding, ketiga nama tersebut tidak lain adalah konseptor skandal Bank Century. Ia pun menuntut agar 'SBY' tidak lagi berbohong atas kesalahannya karena menyetujui kucuran dana untuk bank yang sudah bangkrut itu.
"Jangan menutup penipuan dengan kebohongan. Kita tinggal secara formal menunggu pansus menjatuhkan palu membawa rekomendasi ke MK. Untuk menghukum Sri Mulyani, Boediono, dan Yudhoyono," ucapnya berapi-api.
Namun, Ngabalin membantah sikap kerasnya terhadap kasus Bank Century karena dirinya haus jabatan. Ia mengatakan tidak takut dengan segala ancaman yang ditujukan atas sikap kerasnya tersebut.
"Kita itu tidak benci SBY, Sri Mulyani, dan Boediono. Yang kita benci itu karena mereka terlibat dalam skandal Bank Century,"
"Saya tidak bermimpi jadi menteri. Saya tidak takut apa ekses atas teriakan saya ini, karena mati hari ini dengan besok sama saja," tutup pria yang sering mengenakan sorban di kepalanya.
(ape/anw)
Source : DetikCom
Artikel lainnya
- Nasrudin Zulkarnaen, Pelobi Tingkat Tinggi yang Tewas Penuh Kontroversi
- Massa Serahkan Tuntutan ke Sekwilpres
- Ribuan orang dari Gerakan Indonesia Bersih (GIB) terlibat aksi
- GIB Serukan Mosi Tak Percaya Pada SBY
- Ali Mochtar Ngabalin : BKPRMI Bukan Gerakan Terorisme
- Kelakuan Penyelenggara Negara Khianati Pancasila
- Federasi Timur Raya Dideklarasikan
- Ngabalin Kerahkan Pemuda Masjid
- Program 100 Hari SBY Dipertaruhkan Century
- Ngabalin: Ruhut Jangan Asal Tuduh
- Hendak Berunjuk Rasa, Adhie Massardi Lapor Polda
- Ngabalin: Stop Sogok Menyogok
- Ngabalin: Jalin Komunikasi dengan Pemerintah
- Ngabalin: Jangan bermain-main dengan Amanah
- Ali Mochtar Ngabalin Puji Sekretariat BKPRMI Jambi


