14 Mar 2007 00:00:00 WIB
Jakarta : Komisi I menyampaikan rapat akhir fraksi, Selasa (13/4) pagi, pada rapat paripurna DPR R.I di gedung Nusantara II tentang Rancangan Undang-Undang pengesahan persetujuan antara pemerintah Indonesia dengan Filipina dalam kerjasama dibidang Pertahanan dan Keamanan. Rapat Paripurna ini dipimpin Muhaimin Iskandar, dan turut dihadiri Menhan Juwono Sudarsono.
Menurut Ali Mochtar RUU ini sangat penting, karena suka atau tidak suka pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi telah memberikan tingginya hubungan dan inter tendensi antara kedua negara, maka itu dibutuhkan suatu kemanpuan lebih dalam mempertahankan diri terutama bagi bangsa Indonesia dari ancaman-ancaman dari luar dan dari dalam negeri, sehingga kerjasama Internasional baik bilateral maupun multilateral kerjasama dibidang pertahanan dan keamanan harus dihadirkan,” Ini merupakan kebutuhan primer yang tidak bisa di hindari,” kata Ali Mochtar
Indonesia dan Filipina dari segi geografi sangat dekat, bisa dilihat kalau kita ke Manado, kemudian ke Morotai, dan ke Miangas, merupakan wilayah terdekat Indonesia dari Filipina,” Saya pernah ke Miangas, pulau ini hanya tiga jam ke Jenderal Santos Filipina, jadi kalau ada warga Miangas yang sakit, mereka tidak ke Manado tapi ke Jenderal Santos,” ujar Ali Mochtar
“Jadi pengesahaan RUU ini sangat penting agar bisa memberikan keuntungan antara kedua Negara dan substansi RUU pertahanan dan keamanan ini, tergantung persetujuan pemerintah Indonesia dan Filipina,” ujarnya.
Pengesahan RUU Pertahanan & Keamanan antara Indonesia - Filipina Sangat Penting
Oleh : Rizki
Jakarta : Komisi I menyampaikan rapat akhir fraksi, Selasa (13/4) pagi, pada rapat paripurna DPR R.I di gedung Nusantara II tentang Rancangan Undang-Undang pengesahan persetujuan antara pemerintah Indonesia dengan Filipina dalam kerjasama dibidang Pertahanan dan Keamanan. Rapat Paripurna ini dipimpin Muhaimin Iskandar, dan turut dihadiri Menhan Juwono Sudarsono.
Menurut Ali Mochtar RUU ini sangat penting, karena suka atau tidak suka pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi telah memberikan tingginya hubungan dan inter tendensi antara kedua negara, maka itu dibutuhkan suatu kemanpuan lebih dalam mempertahankan diri terutama bagi bangsa Indonesia dari ancaman-ancaman dari luar dan dari dalam negeri, sehingga kerjasama Internasional baik bilateral maupun multilateral kerjasama dibidang pertahanan dan keamanan harus dihadirkan,” Ini merupakan kebutuhan primer yang tidak bisa di hindari,” kata Ali Mochtar
Indonesia dan Filipina dari segi geografi sangat dekat, bisa dilihat kalau kita ke Manado, kemudian ke Morotai, dan ke Miangas, merupakan wilayah terdekat Indonesia dari Filipina,” Saya pernah ke Miangas, pulau ini hanya tiga jam ke Jenderal Santos Filipina, jadi kalau ada warga Miangas yang sakit, mereka tidak ke Manado tapi ke Jenderal Santos,” ujar Ali Mochtar
“Jadi pengesahaan RUU ini sangat penting agar bisa memberikan keuntungan antara kedua Negara dan substansi RUU pertahanan dan keamanan ini, tergantung persetujuan pemerintah Indonesia dan Filipina,” ujarnya.
Artikel lainnya
- Din Syamsuddin Cium Jenazah Istri untuk Terakhir Kali
- Yusril Emoh Lapor Satgas Soal Kasus Sisminbakum
- Ngabalin: Sama Denny Jangan Guru Besar, Tapi Sorban Besar Saja
- Denny Bantah Tolak Debat dengan Ngabalin
- Nasrudin Zulkarnaen, Pelobi Tingkat Tinggi yang Tewas Penuh Kontroversi
- Massa Serahkan Tuntutan ke Sekwilpres
- Ribuan orang dari Gerakan Indonesia Bersih (GIB) terlibat aksi
- GIB Serukan Mosi Tak Percaya Pada SBY
- Ali Mochtar Ngabalin : BKPRMI Bukan Gerakan Terorisme
- Kelakuan Penyelenggara Negara Khianati Pancasila
- Federasi Timur Raya Dideklarasikan
- Ngabalin Kerahkan Pemuda Masjid
- Program 100 Hari SBY Dipertaruhkan Century
- Ngabalin: 3 Nama Berinisial S-B-Y Harus Bertanggungjawab
- Ngabalin: Ruhut Jangan Asal Tuduh


