16 Mar 2007 08:01:01 WIB
Jakarta : Mari kita melihat secara proporsional dan memberikan kesempatan kepada Direksi Televsi Republik Indonesia (TVRI) untuk melakukan langkah-langkah dalam pembenahan manajemen dan mengembangkan program kerjanya yang baru berumur tiga bulan,” Hal itu dikatakan Anggota Komisi I DPR R.I Ali Mochtar Ngabalin pada rapat kerja bersama Dewan Pengawas TVRI, Selasa (13/3) diruang rapat komisi I DPR R.I. Raker ini berlangsung selama delapan jam.
“Memang kita akui di TVRI selama ini ada terjadi trouble manajemen, tapi harus kita ketahui direksi sekarang ini adalah take over dari kepemimpinan periode yang lalu, dimana utang yang banyak, kemudian karyawan yang banyak, sumber dana yang minim, dan berbagai persoalan lainnya yang menyelimuti televisi milik Negara ini,” ujar Ali Mochtar.
“Jadi terlalu dini kalau kita mengatakan direksi TVRI yang baru menjabat selama tiga bulan ini sudah divonis tidak bekerja dengan baik atau gagal dalam menjalankan misinya. Kalaupun ada satu atau dua orang direksi yang over acting menurut Ali Muchtar itu urusan lain,” Kalau ada anggota dewan direksi yang bertingkah mengatasnamakan pejabat istana bukan berarti itu adalah sebuah pelanggaran, akan tetapi evaluasinya mestinya soal kinerja mereka,” katanya.
Oleh karena Ali Mochtar mengingatkan agar anggota DPR tidak terlalu jauh mengintervensi secara teknis soal kinerja direksi TVRI, “DPR itu bukan pada tataran teknis, tapi kita memback up seluruh kebijakan yang terkait dalam dua hal, pertama memback up dari segi anggaran sebagai lembaga penyiaran publik, Kedua bagaimana agar mutu penyiaran itu baik, seiring dengan itu akan mengangkat harkat dan martabak sekaligus kesejahteraan bagi karyawan” kata Ali Mochtar.
Untuk itu Ali Mochtar mengingatkan kembali agar anggota DPR komisi I untuk tidak terjebak dalam kepentingan politik praktis , bahkan saling bantai – membantai, dalam hal teknis di tubuh dewan direksi TVRI, ” inilah yang saya tidak setuju,” tegas Ali Muchtar. Karena kalau dewan direksi gagal berarti, dewan pengawas yang gagal, kalau dewan pengawas gagal, maka anggota komisi I DPR yang gagal,” ujar Ali Mochtar.
Mari Kita Melihat Masalah di TVRI Secara Proposional
Oleh : Rizki
Jakarta : Mari kita melihat secara proporsional dan memberikan kesempatan kepada Direksi Televsi Republik Indonesia (TVRI) untuk melakukan langkah-langkah dalam pembenahan manajemen dan mengembangkan program kerjanya yang baru berumur tiga bulan,” Hal itu dikatakan Anggota Komisi I DPR R.I Ali Mochtar Ngabalin pada rapat kerja bersama Dewan Pengawas TVRI, Selasa (13/3) diruang rapat komisi I DPR R.I. Raker ini berlangsung selama delapan jam.
“Memang kita akui di TVRI selama ini ada terjadi trouble manajemen, tapi harus kita ketahui direksi sekarang ini adalah take over dari kepemimpinan periode yang lalu, dimana utang yang banyak, kemudian karyawan yang banyak, sumber dana yang minim, dan berbagai persoalan lainnya yang menyelimuti televisi milik Negara ini,” ujar Ali Mochtar.
“Jadi terlalu dini kalau kita mengatakan direksi TVRI yang baru menjabat selama tiga bulan ini sudah divonis tidak bekerja dengan baik atau gagal dalam menjalankan misinya. Kalaupun ada satu atau dua orang direksi yang over acting menurut Ali Muchtar itu urusan lain,” Kalau ada anggota dewan direksi yang bertingkah mengatasnamakan pejabat istana bukan berarti itu adalah sebuah pelanggaran, akan tetapi evaluasinya mestinya soal kinerja mereka,” katanya.
Oleh karena Ali Mochtar mengingatkan agar anggota DPR tidak terlalu jauh mengintervensi secara teknis soal kinerja direksi TVRI, “DPR itu bukan pada tataran teknis, tapi kita memback up seluruh kebijakan yang terkait dalam dua hal, pertama memback up dari segi anggaran sebagai lembaga penyiaran publik, Kedua bagaimana agar mutu penyiaran itu baik, seiring dengan itu akan mengangkat harkat dan martabak sekaligus kesejahteraan bagi karyawan” kata Ali Mochtar.
Untuk itu Ali Mochtar mengingatkan kembali agar anggota DPR komisi I untuk tidak terjebak dalam kepentingan politik praktis , bahkan saling bantai – membantai, dalam hal teknis di tubuh dewan direksi TVRI, ” inilah yang saya tidak setuju,” tegas Ali Muchtar. Karena kalau dewan direksi gagal berarti, dewan pengawas yang gagal, kalau dewan pengawas gagal, maka anggota komisi I DPR yang gagal,” ujar Ali Mochtar.
Artikel lainnya
- Din Syamsuddin Cium Jenazah Istri untuk Terakhir Kali
- Yusril Emoh Lapor Satgas Soal Kasus Sisminbakum
- Ngabalin: Sama Denny Jangan Guru Besar, Tapi Sorban Besar Saja
- Denny Bantah Tolak Debat dengan Ngabalin
- Nasrudin Zulkarnaen, Pelobi Tingkat Tinggi yang Tewas Penuh Kontroversi
- Massa Serahkan Tuntutan ke Sekwilpres
- Ribuan orang dari Gerakan Indonesia Bersih (GIB) terlibat aksi
- GIB Serukan Mosi Tak Percaya Pada SBY
- Ali Mochtar Ngabalin : BKPRMI Bukan Gerakan Terorisme
- Kelakuan Penyelenggara Negara Khianati Pancasila
- Federasi Timur Raya Dideklarasikan
- Ngabalin Kerahkan Pemuda Masjid
- Program 100 Hari SBY Dipertaruhkan Century
- Ngabalin: 3 Nama Berinisial S-B-Y Harus Bertanggungjawab
- Ngabalin: Ruhut Jangan Asal Tuduh


