27 Apr 2007 13:11:45 WIB
Canberra : Angkatan Udara Indonesia dan Australia semakin memperkokoh hubungannya melalui kunjungan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Herman Prayitno ke Canberra dan Brisbane selama enam hari mulai 30 April 2007.
"Kunjungan Kasau TNI ke Australia ini untuk memenuhi undangan Kasau Australia Marsekal Udara Geoff Shepherd, AO ketika beliau berkunjung ke Indonesia beberapa waktu lalu," kata Atase Pertahanan RI di Canberra, Marsekal Pertama TNI Kuswantoro, kepada ANTARA, Jumat.
Kunjungan balasan ini merupakan bagian dari program pertukaran kunjungan para petinggi militer kedua negara guna memperkuat hubungan TNI dan Angkatan Bersenjata Australia (ADF), khususnya matra udara, yang selama ini telah berjalan baik, katanya.
Program pertukaran kunjungan para pimpinan AU ini merupakan bagian dari program kerja sama militer kedua negara selain latihan bersama dan pendidikan yang telah dibicarakan oleh wakil Kasau TNI dengan mitranya dari RAAF (Royal Australian Air Force) di sela kehadirannya di Pameran Kedirgantaraan Internasional Australia di Melbourne, 20-25 Maret lalu, kata Kuswantoro.
Selama kunjungannya ke Australia yang dijadwalkan berlangsung dari 30 April hingga 5 Mei 2007 itu, Kasau Marsekal TNI Herman Prayitno antara lain akan mengunjungi Pangkalan Udara RAAF di Amberley, delapan kilometer baratdaya Ipswich atau sekitar 50 kilometer baratdaya Brisbane, ibukota Negara Bagian Queensland.
"Di sana Kasau TNI akan melihat skuadron F-111. Dari Canberra Kasau terbang ke sana dengan pesawat khusus," katanya.
Kehadiran Kasau Marsekal TNI Herman Prayitno itu merupakan kunjungan kedua unsur pimpinan TNI setelah kunjungan dua hari Panglima TNI Marsekal TNI Djoko Suyanto ke Canberra dan Sydney 18-19 April lalu.
Dalam serangkaian pertemuan selama kunjungan dua hari itu, Panglima TNI dan Panglima ADF, Marsekal Angus Houston, sepakat untuk meningkatkan kerja sama dalam operasi penanggulangan bencana dan misi kemanusiaan, kontra terorisme melalui pertukaran data dan informasi intelijen, serta operasi pasukan penjaga perdamaian.
Baru-baru ini, ADF menyerahkan bantuan suku cadang pesawat Hercules C-130E senilai Rp2,8 miliar guna memperkuat operasi penanggulangan bencana dan misi kemanusiaan TNI di masa mendatang.
Kedua negara bertetangga ini sudah mengembangkan kerja sama bidang pertahanannya sejak 1968 yang dimulai dengan program pemetaan di Indonesia. (Antara)
Kasau Kuinjungi Skadron F-111 RAAF di Australia
Oleh :
Canberra : Angkatan Udara Indonesia dan Australia semakin memperkokoh hubungannya melalui kunjungan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Herman Prayitno ke Canberra dan Brisbane selama enam hari mulai 30 April 2007.
"Kunjungan Kasau TNI ke Australia ini untuk memenuhi undangan Kasau Australia Marsekal Udara Geoff Shepherd, AO ketika beliau berkunjung ke Indonesia beberapa waktu lalu," kata Atase Pertahanan RI di Canberra, Marsekal Pertama TNI Kuswantoro, kepada ANTARA, Jumat.
Kunjungan balasan ini merupakan bagian dari program pertukaran kunjungan para petinggi militer kedua negara guna memperkuat hubungan TNI dan Angkatan Bersenjata Australia (ADF), khususnya matra udara, yang selama ini telah berjalan baik, katanya.
Program pertukaran kunjungan para pimpinan AU ini merupakan bagian dari program kerja sama militer kedua negara selain latihan bersama dan pendidikan yang telah dibicarakan oleh wakil Kasau TNI dengan mitranya dari RAAF (Royal Australian Air Force) di sela kehadirannya di Pameran Kedirgantaraan Internasional Australia di Melbourne, 20-25 Maret lalu, kata Kuswantoro.
Selama kunjungannya ke Australia yang dijadwalkan berlangsung dari 30 April hingga 5 Mei 2007 itu, Kasau Marsekal TNI Herman Prayitno antara lain akan mengunjungi Pangkalan Udara RAAF di Amberley, delapan kilometer baratdaya Ipswich atau sekitar 50 kilometer baratdaya Brisbane, ibukota Negara Bagian Queensland.
"Di sana Kasau TNI akan melihat skuadron F-111. Dari Canberra Kasau terbang ke sana dengan pesawat khusus," katanya.
Kehadiran Kasau Marsekal TNI Herman Prayitno itu merupakan kunjungan kedua unsur pimpinan TNI setelah kunjungan dua hari Panglima TNI Marsekal TNI Djoko Suyanto ke Canberra dan Sydney 18-19 April lalu.
Dalam serangkaian pertemuan selama kunjungan dua hari itu, Panglima TNI dan Panglima ADF, Marsekal Angus Houston, sepakat untuk meningkatkan kerja sama dalam operasi penanggulangan bencana dan misi kemanusiaan, kontra terorisme melalui pertukaran data dan informasi intelijen, serta operasi pasukan penjaga perdamaian.
Baru-baru ini, ADF menyerahkan bantuan suku cadang pesawat Hercules C-130E senilai Rp2,8 miliar guna memperkuat operasi penanggulangan bencana dan misi kemanusiaan TNI di masa mendatang.
Kedua negara bertetangga ini sudah mengembangkan kerja sama bidang pertahanannya sejak 1968 yang dimulai dengan program pemetaan di Indonesia. (Antara)
Artikel lainnya
- Din Syamsuddin Cium Jenazah Istri untuk Terakhir Kali
- Yusril Emoh Lapor Satgas Soal Kasus Sisminbakum
- Ngabalin: Sama Denny Jangan Guru Besar, Tapi Sorban Besar Saja
- Denny Bantah Tolak Debat dengan Ngabalin
- Nasrudin Zulkarnaen, Pelobi Tingkat Tinggi yang Tewas Penuh Kontroversi
- Massa Serahkan Tuntutan ke Sekwilpres
- Ribuan orang dari Gerakan Indonesia Bersih (GIB) terlibat aksi
- GIB Serukan Mosi Tak Percaya Pada SBY
- Ali Mochtar Ngabalin : BKPRMI Bukan Gerakan Terorisme
- Kelakuan Penyelenggara Negara Khianati Pancasila
- Federasi Timur Raya Dideklarasikan
- Ngabalin Kerahkan Pemuda Masjid
- Program 100 Hari SBY Dipertaruhkan Century
- Ngabalin: 3 Nama Berinisial S-B-Y Harus Bertanggungjawab
- Ngabalin: Ruhut Jangan Asal Tuduh


